Penggunaan cincin pernikahan tentunya tergantung dengan preferensi personal Anda, tapi tentu saja mengenakannya bersama sesuai tradisi adalah cara yang manis untuk melambangkan hubungan yang telah terikat dengan komitmen.
1. Kepercayaan Yunani Kuno

Walau kemudian ahli membuktikan bahwa hal ini tidak betul secara ilmiah, hal ini merupakan representasi yang cukup romantis sebagai simbol terhubungnya dua hati yang berbeda dari dua manusia.
Sedangkan pada budaya Arab dan Islam juga ternyata dikenal pemakaian cincin di jari manis tangan sebelah kiri seperti Nabi Muhammad saw dengan batu mata yang berada di bagian telapak tangan.
Menggunakan cincin di tangan kiri juga bertujuan untuk melindungi cincin dari kemungkinan rusak, karena biasanya tangan ini lebih jarang digunakan dibandingkan dengan tangan kanan.
Menggunakan cincin di tangan kiri juga bertujuan untuk melindungi cincin dari kemungkinan rusak, karena biasanya tangan ini lebih jarang digunakan dibandingkan dengan tangan kanan.

Masyarakat China percaya pada simbol-simbol jari dengan orang-orang terdekat. Seperti jempol untuk orang tua, telunjuk melambangkan saudara, jari tengah melambangkan Anda sendiri, jari manis melambangkan pasangan, dan yang terakhir jari kelingking melambangkan anak-anak Anda nantinya.
Jika Anda coba melipat jari lainnya seperti berhitung, maka jempol, telunjuk, jari tengah, dan kelingking bisa terpisah dengan mudah. Namun, tidak demikian dengan jari manis. Anda membutuhkan bantuan tangan dari sisi lain untuk menahan jari lainya untuk tetap terlipat.
Itulah sebabnya cincin pernikahan biasa dikenakan di jari manis dengan anggapan jari manis sulit terpisahkan. Diharapkan hubungan pernikahan pun sulit terpisahkan dan bersatu selamanya, walaupun tidak ada aturan yang pasti mengenai tangan kanan atau kiri.
Ternyata cukup banyak teori mengenai asal-usul pemakaian cincin kawin di tangan kiri. Manapun yang Anda percayai, sama sekali bukan masalah.
Sumber :
merdeka.com
Wallahu'alam..
No comments :
Post a Comment