Nisluf Blog

Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Monday, 15 October 2018

CONTOH MAKALAH TENTANG RENANG



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ada banyak macam jenis olahraga yang ada di dunia ini,salah satunya adalah olahraga Renang.  Seperti yang diketahui olahraga Renang telah menjadi salah satu olah raga yang ikut dalam olimpiade nasional maupun internasional. Olahraga Renang juga mempunyai banyak macam tingkatan gerakan atau gaya yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu penulis ingin mencari informasi tentang olahraga Renang, dan membagikannya dengan pembaca. Semoga makalah ini dapet membatu pembaca untuk lebih mengenal olahraga Renang.

B. Tujuan

Memberikan informasi kepada pembaca berkaitan dengan sejarah, macam-macam gaya, dan manfaat dari olahraga Renang.

C. Rumusan masalah

1) Apa pengertian renang ?
2) Bagaimana sejarah olahraga renang ?
3) Bagaimana prestasi Indonesia dalam kejuaraan renang Internasional ?
4) Apa saja macam – macam gaya pada olahraga renang ?
5) Apa saja manfaat dari olahraga renang ?
6) Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum berenang ?


BAB II
PEMBAHASAN

1.    Pengertian Olahraga Renang

Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atau keindahan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.

Bersama-sama dengan loncat indah, renang indah, renang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.

2.    Sejarah Renang

Olahraga ini dimulai sejak abad 19 di London. Sekitar tahun 1837, hanya terdapat 6 kolam renang di kota itu. Popularitas renang terus membaik, dan pada tahun 1869 beberapa asosiasi mulai muncul. Popularitas kejuaraan renang sederap dengan kebangkitan Olimpyade dan tercantum sebagai olahraga modern di Athena pada tahun 1896. Sepanjang perkembangan yang dapat diikuti, kota Bandung merupakan kota yang mengawali kegiatan olahraga renang di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904. di samping itu, sebelum kemerdekaan telah ada beberapa kolam renang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya.

Dengan adanya beberapa kolam renang, perkembangan cabang olahraga ini ditandai dengan dibentuknya perkumpulan-perkumpulan renang, antara lain Bandungsche Zwembond atau Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917. ketika itu terdapat 7 perkumpulan yang bernaung di bawah Perserikatan tersebut, termasuk perkumpulan renang siswa-siswa sekolah di Bandung. Menyusul berdirinya West Java Zwembond pada tahun 1918, pada tahun 1927 di Jawa Timur berdiri Oost Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Timur). Dua peloncat indah Belanda mencetak prestasi pada tahun1934. Hamaman dan Van de Gron, masing-masing sebagai juara pertama dan kedua nomor papan 3 meter dan menara. Ketika Far Eastern Games (maksudnya Olimpyade Timur Jauh) berlangsung di Manila pada tahun 1934 kedua peloncat tersebut menjadi utusan Hindia Belanda.

3.    Prestasi Indonesia dalam Kejuaraan Renang Internasional

Prestasi peneran Indonesia baik di tingkat Nasional maupung di tingkat Internasional sangat kurang. Menurut pengamat olahraga nasional mengenai penyebab menurunnya prestasi renang, wartawan tabloid olahraga “Bola”, Ignatius Sunito dan para pengamat olah raga lainnya mengatakan kalau masalah dana adalah penyebab utamanya. Terbatasnya dana membuat PRSI kesulitan untuk melaksanakan kompetisi renang tingkat nasional seperti dulu lagi, kurangnya rasa nasionalisme pemain, kurangnya manajemen dalam Official, kurangnya disiplin. 

Atlet renang Indonesia pernah mencapai prestasi yang membawa nama bangsa harum di dunia Internasional. Pada tahun 1977 sampai tahun 2003, renang Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa, baik itu di tingkat Asean maupun Asia. Setelah itu, tidak ada satupun medali dan juga prestasi yang diperoleh dari olahraga air ini. Sebenarnya ada banyak atlet renang Indonesia yang sudah berpengalaman di ajang pertadingan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Seperti : Glenn Victor, Priadi Fauzi, Guntur Pratama Putra, dan Nicko yang berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 3 menit 47 detik. 

Pada Kejuaraan Renang Hongkong Open, Indonesia meraih tiga medali emas dan dua perak. Medali emas selain dari nomor 4 x 100 meter gaya ganti juga dari GlennVictor untuk nomor 50 meter gaya kupu, dan Siman Sudartawan untuk nomor 50 meter gaya punggung. Medali perak diraih oleh Guntur Pratama Putra nomor 59 meter gaya kupu dan Glenn Victor untuk nomor 100 meter gaya punggung. Tim renang Indonesia kembali akan mengikuti kejuaraan dunia di Singapura pada pertengahan Oktober 2010, sebelum tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia di China mendatang.

4.    Macam-Macam Gaya Renang

Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas. 

 a. Gaya bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.

b. Gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

c. Gaya punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam. Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.

d. Gaya kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki. Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

5.    Manfaat Olahraga Renang

Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin. Manfaat tersebut antara lain :

1. Membentuk otot ; Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru ; Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

3. Menambah tinggi badan ; Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).

4. Melatih pernafasan ; Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.

5. Membakar kalori lebih banyak ; Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.

6. Self safety ; Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).

7. Menghilangkan stres ; Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

6.    Persiapan Sebelum Berenang

Sebelum berenang, ag tubuh tidak ‘kaget’, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.

Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih. Satu-satunya ‘kekurangan’ dari jenis olahraga ini adalah ternyata kurang menguntungkan bagi kesehatan tulang. Ketiadaan gaya gravitasi bumi saat berenang justru berpengaruh buruk pada massa tulang. Untuk mengatasinya, Anda dapat menyelinginya dengan olahraga lain, seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. Indonesia adalah Negara Kepulauan dimana daerah perairan lebih luas daripada daratan. Oleh sebab itu sudah seharunya banyak muncul atlet renang yang lahir untuk mendapat prestasi di kancah internasional.

2. Untuk meningkatkan prestasi atlet renang Indonesia maka yang perlu diupayakan adalah : meningkatkan manajemen di official, membangkitkan rasa nasionalisme, meningkatkan disiplin, dan mengadakan sosialisasi/motifasi di tingkat sekolah bahwa Indonesia memiliki peluang dalam merah prestasi di kancah internasional.

3. Olahraga renang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

B.    Saran – saran

1. Dalam meraih prestasi, hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah disiplin
2. Keberhasilan dicapai bukan hanya dengan bekerja di kantoran atau perusahaan tetapi juga mampu kita capai di dunia olah raga termasuk renang.



DAFTAR PUSTAKA

1. http://wahw33d.blogspot.com/2010/04/manfaat-olahraga-renang.html#ixzz109sdIj6m
2. http://www.indonesiaindonesia.com/f/88742-%5Bsejarah%5D-olahraga-renang/
3. Arsip PB PRSI dan http://www.indoswim.org/
4. http://www.indomedia.com.au/innerpage.php?page=seputar&ArticleID=794
5. http://www.google.com
6. guezh125.blogspot.com


 Sumber makalah : Nur fadillah (SMAN 1 KENDARI)

Wallahu a'lam

Thursday, 11 October 2018

MATERI KULIAH TENTANG HUKUM ADAT



ISTILAH HUKUM ADAT

Istilah hukum adat, terjemahan istilah Belanda “Adatrecht”. Pertama kali dipakai oleh Snouck Hurgronje, dipopulerkan oleh C. Van Vollenhoven. Istilah “Adatrecht” ini baru muncul pada tahun 1920, dalam perUUan Belanda. Istilah “Adatrecht” tidak populer di kalangan banyak orang. Yang populer adalah istilah “Adat” yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti “Kebiasaan”.

DEFINISI HUKUM ADAT

Van Vollenhoven:

Hukum Adat adalah aturan-aturan kelakuan yang berlaku bagi orang-orang pribumi dan timur asing, yang disatu pihak mempunyai sanksi (maka dikatakan “hukum”) dan di lain pihak tidak dikodifikasikan (maka dikatakan adat).

Ter Haar Bzn :

Hukum Adat adalah keseluruhan peraturan yang menjelma dalam keputusan-keputusan para fungsionaris hukum (kepala adat,hakim, rapat desa, wali tanah ) yang mempunyai wibawa serta merta (spontan) dan dipatuhi dengan sepenuh hati.

R. Soepomo :

Hukum Adat adalah sinonim dari hukum tidak tertulis didalam peraturan legislatif (unstatory law) , hukum yang hidup sebagai konvensi di badan-badan hukum negara, hukum yang timbul karena putusan-putusan hakim (judgemade law), hukum yang hidup sebagai peraturan kebiasaan yang dipertahankan di dalam pergaulan hidup, baik di kota-kota maupun di desa-desa (customary law).

Hazairin :

Hukum Adat adalah redapan (endapan) kesusilaan dalam masyarakat, yaitu bahwa kaidah-kaidah adat itu berupa kaidah-kaidah kesusilaan yang kebenarannya telah mendapat pengakuan umum dalam masyarakat itu.

R.M. Soeripto :

Hukum Adat adalah semua aturan-aturan adat tingkah laku yang bersifat hukum di segala kehidupan orang Indonesia yang pada umumnya tidak tertulis yang oleh masyarakat dianggap patut dan mengikat para anggota masyarakat. Bersifat hukum karena ada kesadaran keadilan umum, bahwa aturan-aturan itu harus dipertahankan oleh para petugas hukum dan fungsionaris masyarakat dengan upaya pemaksa atau ancaman hukuman (sanksi).

Seminar Hukum Adat dan Pembinaan Hukum Nasional (1975):

Hukum Adat diartikan sebagai Hukum Indonesia Asli yang tidak tertulis dalam bentuk perundang-undangan Republik Indonesia yang disana-sini mengandung unsur agama.

Untuk Pembinaan/penyusunan hukum nasional, Hukum Adat dapat berarti:

a. Penggunaan konsepsi-konsepsi dan asas-asas hukum adat untuk dirumuskan dalam norma-norma hukum yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

b.  Penggunaan lembaga-lembaga hukum adat yang dimodernisir dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

c.    Memasukkan konsep-konsep dan asas-asas hukum adat ke dalam lembaga-lembaga hukum baru.
Peran Hukum Adat

-    Pembinaan hukum harta kekayaan ( Hukum Adat merupakan salah satu unsur)

-    Pembinaan hukum kekeluargaan dan hukum kewarisan (Hukum adat adalah intinya).

UNSUR-UNSUR HUKUM ADAT

Teori Receptio in complexu :

Adat istiadat dan hukum sesuatu golongan (hukum) masyarakat adalah resepsi seluruhnya dari agama yang dianut oleh golongan masyarakat itu. Hukum (adat) sesuatu golongan (masyarakat) adalah hasil penerimaan bulat-bulat dari hukum (agama) yang dianut oleh golongan masyarakat itu.

Teori ini mendapat tantangan dari Snouck Hurgronje dan van Vollenhoven. Alasannya: tidak semua bagian hukum agama diterima (diresepsi) dalam hukum adat. Hanya beberapa bagian saja yang dipengaruhi oleh hukum agama (Islam), yaitu : Hukum keluarga, perkawinan dan waris. Pendapat Snouck Hurgronie dibantah oleh Ter Haar, dengan alasan Hukum Waris tidak dipengaruhi oleh Hukum Islam, tetap asli, seperti di Minangkabau.

Unsur Hukum Adat

-    Unsur asli (bagian terbesar), (bersifat turun-temurun)

-    Unsur agama (sebagian kecil).

SUMBER-SUMBER HUKUM ADAT

Menurut van Vollenhoven :

a. Tingkah laku yang tetap karena kebiasaan dari anggota masyarakat hukum adat;

b.Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) dari para kepala dalam membantu agar peraturan-peraturan tingkah laku ditaati;

c. Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) kepala Indonesia dalam mengadili persengkataan;

d. Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) para pejabat hakim menurut hukum adat.

Menurut Ter Haar :

a. Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) dari kepala rakyat di luar persengketaan, terutama dalam pembantuan pada perbuatan hukum.

b. Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) dari kepala rakyat di dalam persengketaan dan dari para hakim dan persekutuan-persekutuan masyarakat hukum kecil.

c. Keputusan-keputusan (ketetapan-ketetapan) dari pada pejabat hakim, alat-alat kelengkapan atasan dari tata hukum pemerintah.

Menurut M.M.Djojodigoeno:

Ada dua  kategori sumber hukum, yaitu :

a.    Kekuasaan pemerintah engara atau salah satu sendinya:

1.    Peraturan, pernyataan kekuasaan legislatif;

2.    Putusan pejabat-pejabat kekuasaan lainnya, yaitu kekuasaan eksekutif dan kekuasaan yudikatif;

3.    Perjanjian internasional dan pernyataan perang.

b.    Kekuasaan masyarakat sendiri:

1.    Perbuatan rakyat sendiri dalam menyelenggarakan dan melaksanakan perbuatan pamrihnya, yang mungkin menebal menjadi adat kebiasaan;

2.    Putusan rakyat dalam peragaan tertentu, misalnya putusan RK,RT, dsb.

3.    Pemberontakan terhadap penguasa yang ada.

Ciri Pembeda antara Adat dam Hukum Adat (berdasarkan konsepsi L. Pospisil):

a. Ciri otoritas (Attribute of authority) hukum (adat) itu adalah keputusan dari mekanisme yang mempunyai wewenang dan kekuasaan di dalam masyarakat, keputusan mana berfungsi untuk memecahkan ketegangan sosial.

b. Ciri kewajiban (Attribute of obligation), bahwa hukum (adat) itu mengandung perumusan tentang hak dan kewajiban yang harus dipenuhi para pihak yang masih hidup.

c. Ciri kelanggengan berlaku (Attribute of intention of universal application), bahwa hukum (adat) itu dimaksudkan dapat berlaku dalam waktu lama dan harus dapat berlaku terhadap peristiwa yang serupa di masa yang akan datang.

d. Ciri penguat (Attribute of sanction), bahwa hukum itu mempunyai penguat (sanksi), baik sanksi jasmani berupa hukuman badan, maupun sanksi rihani seperti rasa takut, malu, benci, dll.

CIRI-CIRI HUKUM ADAT

1. Keagamaan, adanya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa sesuatu yang terjadi karena berkah dan kehendak Tuhan.

2. Kebersamaan (communal), artinya manusia dalam hukum adat merupakan makhluk dalam ikatan kemasyarakatan yang erat. Seluruh lapangan hidup diliputi oleh rasa kebersamaan.

3. Serba konkrit, artinya hubungan-hubungan hukum yang dilakukan tidak serba sembunyi-sembunyi atau samar-samar, anatara  kata dan perbuatan berjalan serasi, jelas, nyata. Misalnya, perjanjian jual beli.

4. Sangat visual, artinya perhubungan-perhubungan hukum itu dianggap hanya terjadi jika sudah ada ikatan yang nampak.

5. Tradisional, artinya bersifat turun-temurun, sejak dahulu hingga sekarang tetap dipakai, diperhatikan, dan dihormati.

6. Dapat berubah, artinya walaupun bersifat tradisional tapi normal-normalnya tidak kaku, dapat mengikuti perkembangan zaman.

7. Mampu menyesuaikan diri, karena sifat hukumnya tidak tertulis (tidak dikodifikasi) dan sifat keterbukaannya.

8. Terbuka dan sederhana, artinya dapat menerima unsur dari luar, sepanjang tidak bertentangan dengan pandangan hidup masyarakat.

SISTEM HUKUM ADAT

Sistem adalah suatu tatanan yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang terdiri dari bagian-bagian atau unsur-usnur yang saling berkaitan erat satu sama lain.

Sistem hukum adalah suatu kesatuan yang terdiri dari unsur-unsur yang mempunyai interaksi satu sama lain dan bekerja sama untuk mencapai tujuan kesatuan tersebut.

Sistem hukum adat, terdiri atas dasar-dasar alam pikiran bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan , yang tidak sama dengan alam pikiran yang menguasai sistem hukum barat.
 
Beda Sistem Hukum Adat dengan Sistem Hukum Barat. Terdapat perbedaan fundamental dalam hal :

-    Pembeda hukum publik dan hukum privat.
-    Pembeda anatar hak kebendaan dan hak perseorangan.
-    Pembeda antara pelanggaran pidana dan perdata.
 
1.    Sistem Hukum Barat

- membedakan hukum publik (kepentingan hukum) dan hukum privat (hukum khusus). Hukum publik dipertahankan oleh pemerintah hukum privat oleh perorangan.

- membedakan antara hak atas suatu barang yang bersifat kebendaan (berlaku untuk semua orang) dan hak perseorangan (berlaku untuk orang tertentu).

- membedakan pelanggaran pidana dan perdata.
 
2. Sistem Hukum Adat

- tidak mengenal perbedaan itu, hukum adat dapat dibedakan menurut objek yang diaturnya, bukan kepentingan dan siapa yang mempertahankannya konsekuensinya dari sifat komunal.

- tidak mengenal perbedaan itu, karena sifat kebersamaan, maka semua hak tidak ada yang bersifat mutlak “milikku” tapi “milik kita”.

- Hukum adat tidak mengenal perbedaan itu. Hakim tidak melihat jenis pelanggarannya, tapi siapa 
yang bersalah, siapa yang dirugikan, dan bagaimana menyelesaikannya. Tugas hakim adalah memperbaiki hukum yang dilanggar.


Sumber : Catatan kuliah :)

Wallahu 'alam..

Sunday, 16 September 2018

PUISI KALBU UNTUK MEMBERIMU SEMANGAT



SEBUAH KENYATAAN

Hari ini aku belajar segalanya, mencoba merasakan apa yang tak terbayang 
mencoba mengerti segala yang ku rasa,
 sungguh ku terdiam sejenak hanya untuk memahami perasaan ku saat ini, 
sebuah kekecewaan berbalut harapan yang tak kupahami sendiri

Meluapkan segala yang ku rasa dengan menulisnya dalam lembaran ini
Kau tau ? aku tersentak, aku tak ingin berlari
Nafasku tak sepanjang dulu, kini aku dengan diriku yang sebenarnya
Aku ingin seperti ini, berjalan merasakan segala yang ada dihadapanku

Akan ku hadapi kenyataan ini walaupun tak selalu menyenangkan
Akan ku tunjukan bahwa aku disini
Aku tak akan lari lagi, tidak akan lari lagi
Sudahi segalanya, akhirilah demi kebahagiaan yang berselimut duka

Bangkitlah, jangan biarkan dirimu terhenti dengan kenyataan perih ini
Jangan kau biarkan air mata terus membasahi pipimu
Jangan kau biarkan sesak didada menusukmu
Bangkitlah, terimalah kenyataan ini

By : Nisluf

Belajarlah dari apa yang telah kita alami,, setiap harinya pasti akan ada sesuatu yang dapat kita pelajari yaah tentu karena pasti ada alasan mengapa kita masih hidup sampai hari ini

begitu juga dengan mengapa kita terlahir ke dunia ini.. selalu ada alasan dan rencana Tuhan untuk menjadikan diri kita pribadi yang baik disetiap harinya

entah karena masalah yang sangat pelik hingga masalah yang bisa selesai dalam kedipan mata

Syukuri itu semua, jika ada gangguan-gangguan mereka yang meremehkanmu, ambillah tapi jadikan gangguan itu sebagai langkah untuk membakar semangatmu bahwa kamu bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan.

ijinkan aku  bercerita, waktu kuliah seorang dosen melontarkan kata "Bodohnya kamu, masa kamu tidak tau".. ditambah gelak tawwa teman-teman sekelas yang seolang mengiyakan itu semua..

jujur kata "Bodoh" itu membuat ku sakit, sangat sakit.. namun dalam sakit itu aku memilih untuk berdoa semoga peristiwa hari itu membawaku menjadi pribadi yang dihargai.

yah semua jadi kenyataan.. alhamdulillah aku menjadi seorang mahasiswi yang masuk dalam mahasiswi berprestasi.. rektor dan juga para dosen berdiri untuk menyalami satu persatu..

dibantu dengan senyuman, aku menyalami dosen yang mengatakan kata "bodoh" itu.. kini ia menggantinya dengan "semoga sukses yah nak".. 

itulah sedikit cerita  dari pengalaman pribadi ku..semoga kalian bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa menyakitkan, ato mengecewakan perasaan kalian..

langkah untuk menyikapi rasa sakit dihati adalah dengan berpikir positif, dan bisa menjadikan diri menjadi pribadi yang lebih dewasa dan berbeda dari hari kemarin..

Semoga bermanfaat..

Wallahu 'alam..

MEMEJAMKAN MATA KETIKA SHALAT


Bagaimana sih hukum memejamkan mata ketika sedang shalat?

Nah... saya yakin diantara kalian pasti sadar dan mungkin sering memejamkan mata ketika shalat,, entah mungkin karena memang pengen nutup mata atau ngantuk.. ehehehe
Eiiits.... jangan anggap hal ini remeh yah sobat.. karena apa yang kita lakukan ternyata sudah diatur termasuk memejamkan mata ketika sedang shalat ini..
Yuuuukkkksss... untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasan di bawah ini yah.. semoga bermanfaat :)

Sunnahnya shalat itu dengan mata terbuka, bukan memejamkan mata, karena mencontoh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dimana pandangan mata beliau ketika shalat memandang ke tempat sujud atau ke arah kiblat.

Aisyah radhiyallahu anha berkata:


دَخَلَ رَسُولُ اللهِ صلى عليه و سلم الْكَعْبَةَ مَا خَلَفَ بَصَرُهُ مَوْضِعَ سُجُودِهِ حَتَّى خَرَجَ مِنْهَا

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk Ka’bah (untuk mengerjakan shalat) dalam keadaan pandangan beliau tidak meninggalkan tempat sujudnya (terus mengarah ke tempat sujud) sampai beliau keluar dari Ka’bah.”

(HR. Al-Hakim 1/479 dan Al-Baihaqi 5/158. Kata Al-Hakim, “Shahih di atas syarat Syaikhan.” Hal ini disepakati Adz-Dzahabi. Berkata Syeikh Al Albani : Hadist Shahih).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ الْآنَ مُنْذُ صَلَّيْتُ لَكُمْ الصَّلَاةَ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ مُمَثَّلَتَيْنِ فِي قِبْلَةِ هَذَا الْجِدَار

“Sungguh aku telah melihat sekarang sejak aku mengimami kalian, surga dan neraka digambarkan di kiblat tembok ini..” (HR. al-Bukhari 1/150 no.749)

Al-Hafizh ibnu Hajar rahimahullah mengatakan :

وَقَالَ ابْنُ بَطَّالٍ : فِيهِ حُجَّةٌ لِمَالِكٍ فِي أَنَّ نَظَرَ الْمُصَلِّي يَكُونُ إِلَى جِهَةِ الْقِبْلَةِ ، وَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَالْكُوفِيُّونَ : يُسْتَحَبُّ لَهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَوْضِعِ سُجُودِهِ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ لِلْخُشُوعِ  

“Ibnu Bathal rahimahullah mengatakan :

“Di dalam hadits (di atas) terdapat hujjah bagi imam Malik rahimahullah bahwa pandangan orang yang sedang shalat dihadapkan ke arah kiblat.”

Dan Imam Asy-Syafi’I rahimahullah serta ulama ulama Kufah mengatakan bahwa disukai bagi orang yang shalat untuk melihat ke arah tempat sujudnya karena itu lebih dekat kepada ke-khusyu’an.”
(Fath Al-Bari 2/271)

Ada hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang larangan memejamkan mata ketika shalat, namun hadits ini lemah. Sehingga para ulama menghukumi memejamkan mata ketika shalat hanya makruh saja, bukan haram.

"Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلَا يَغْمِضْ عَيْنَيْهِ

"Jika salah seorang diantara kamu sekalian sedang shalat, janganlah memejamkan kedua matanya".
( Al-Mu'jam Al-Kabir Lith-Thobroni, no.10956-Hadits Dhaif ).

Berkata Al-Hafizh ibnu Rajab rahimahullah  :

وأما تغميض البصر فِي الصلاة ، فاختلفوا فِيهِ : فكرهه الأكثرون ، منهم : أبو حنيفة والثوري والليث وأحمد .قَالَ مُجَاهِد : هُوَ من فعل اليهود .

“Adapun memejamkan mata dalam shalat, maka terdapat ikhtilaf dalam hal ini. Kebanyakan ulama memakruhkannya, diantara mereka ialah : Abu Hanifah rahimahullah, Ats-Tsauri rahimahullah, Al-Laits rahimahullah dan imam Ahmad rahimahullah. Mujahid rahimahullah mengatakan :“Memejamkan mata itu termasuk perbuatan orang orang Yahudi.”
(Fathul Bari 6/443)

Namun bila di depannya ada perkara yang mengganggu misalkan ada gambar, lukisan atau yang dapat mengganggu kekhusyu’an maka boleh memejamkan mata

Berkata Ibnu Qoyim rahimahullah :

إذا كان أكثر خشوعاً بتفتيح العينين فهو أولى ، وإن كان أخشع له تغميض العينين لوجود ما يشغله عن الصلاة من تزويق وزخرفة فإنه لا يكره قطعاً بل القول باستحباب التغميض أقرب إلى مقاصد الشرع وأصوله من القول بالكراهة . ( زاد المعاد 1/283 )

"Bahwa seseorang kalau lebih khusyu’ dengan membuka kedua matanya itu lebih utama. Kalau sekiranya memejamkan kedua mata itu lebih khusu’ karena ada gangguan yang mengganggu shalat dari ukiran dan hiasan maka tentu hal itu tidak dimakruhkan bahkan pendapat dengan anjuran menutup mata itu lebih dekat tujuan syariat serta pokok dibandingkan dengan pendapat memakruhkan." (Zadul Ma’ad, (1/283)) .

Berkata Syeikh Utsaimin rahimahullah :

الصَّحيحُ أنَّه مكروهٌ؛ لأنه يُشبه فِعْلِ المجوس عند عبادتهم النيران، حيث يُغمضون أعينَهم. وقيل: إنه أيضاً مِن فِعْلِ اليهودِ، والتشبُّه بغير المسلمين أقلُّ أحواله التحريم، كما قال شيخ الإِسلام رحمه الله، فيكون إغماضُ البَصَرِ في الصَّلاةِ مكروهاً على أقل تقدير، إلا إذا كان هناك سبب مثل أن يكون حولَه ما يشغلُه لو فَتَحَ عينيه، فحينئذٍ يُغمِضُ تحاشياً لهذه المفسدة.

“Yang benar, memejamkan mata di dalam shalat adalah perkara yang dibenci, karena menyerupai perbuatan orang orang Majusi dalam peribadatan mereka terhadap api, di mana mereka memejamkan mata.

Dikatakan pula bahwa hal itu termasuk perbuatan orang orang Yahudi.

Sementara menyerupai selain muslimin minimal hukumnya haram, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam rahimahullah

Oleh karena itu, menejamkan mata dalam shalat minimalnya makruh (dibenci), kecuali jika disana ada sebab, seperti misalnya di sekitarnya terdapat perkara perkara yang bisa melalaikannya dari shalat kalau dia membuka matanya.

Dalam keadaan seperti itu, dia boleh memejamkan mata untuk menghindari kerusakan tersebut.
(As-Syarhul Mumti’,3/41)

Berkata Syeikh Muhammad Munajed hafidzahullah :

اتفق العلماء على كراهة تغميض العينين في الصلاة لغير حاجة ، فقد نص صاحب الروض على كراهته لأنه من فعل اليهود( الروض المربع 1/95 ) وكذلك صاحب منار السبيل والكافي وزاد لأنه مظنة النوم ( منار السبيل 1/66 ، الكافي 1/285) ونص صاحب الإقناع على كراهيته إلا لحاجة كما لو خاف محذوراً بأن رأى أمته أو زوجته أو أجنبية عريانة (الإقناع 1/127 ، المغني 2/30 ) وكذلك صاحب المغني .

Para ulama sepakat makruh memejamkan kedua mata dalam shalat tanpa ada kebutuhan. Pemilik kitab ‘Roud’ menegaskan akan makruhnya karena hal itu termasuk prilaku orangYahudi.
(Roudul Murbi’, (1/95).

Begitu juga pemilik kitab Manarus sabil dan Kafi serta Zad karena hal itu mengarah untuk tidur. Manarus Sabil, (1/66) Kafi, (1/285).

Pemilik kitab ‘Al-Iqna’ menegaskan akan makruhnya kecuali kalau ada kebutuhan seperti takut (sesuatu) yang dilarang. Melihat budak wanita, istri atau orang asing telanjang,
(Al-iqna’, 1/127)

Begitu juga pemilik Al-Mugni, Al-Mugni, 2/30).

Sumber :

Group online WA Tholabul 'ilmi

Wallahu 'alam

Friday, 7 September 2018

HATI-HATI DENGAN PERASAAN YANG MEMPERDAYA


Waktu memang tak bisa kita putar kembali tapi,, eiiits ada tapinya loooh.. ada yang bisa kita pelajari dari apa yang sudah terjadi, contohnya nih ketika kita menyukai seseorang. Ciiiieeee

Aduh.. kalau bahas soal perasaan kayaknya bikin baper yah, saya aja yang baru mulai nulis udah baper duluan apalagi kalian yang lagi baca ehehhehe..

Sekarang atau nanti kita tak akan pernah tau cinta kita akan berlabuh ke sosok yang seperti apa... ibarat seorang nelayan berlabuh dilautan dia tak akan tau kapan ombak, atau gelombang, angin sepoi-sepoi, angin topan bisa saja menghampirinya. Namun, tanpa ombak atau gelombang nelayan itu tidak akan menjadi nelayan yang tangguh, tanpa angin nelayan itu tak tau arah, dan tak tau cara bertarung dengan topan itu.

Nah begitu juga dalam melabuhkan perasaan kita kepada seseorang, untuk pertama kali jatuh cinta mungkin kita sejenak akan berpikir bahwa ini dia jodohku,, dan berani berkata tak ingin berakhir dengannya. 

Wah bahaya nih, siap-siap gila deh.. loooh kok gila?... hayooo pernah dengar tidak pria atau wanita gila gara-gara putus cinta? Atau kecewa karena di khianati? Atau apalah? Hihihi

Bayangkan gara-gara cinta seseorang bisa menjadi budaknya, bukan cinta sih yang salah hanya perasaan yang timbul karena hawa nafsu sesaat. 

Hati-hati... kok hati-hati sih? Perasaan suka yang berlebih bisa membuat kita kehilangan akal sehat apalagi tidak dibarengi iman didalamnya.

Cinta atau perasaan yang muncul tanpa iman didalamnya akan berakhir mengiyakan segala cara bodoh untuk bersatu.. misalnya zina alias membiarkan diri hamil diluar nikah (khusus cewe). Kalau cowo akan bertindak contohnya lompat dari bawah ke atas..eee maksud saya dari atas ke bawah. nauzubillah

Cukupkan perasaan menggelora itu, meski cinta kita berlebih tapi jangan sampai lupa bahwa apapun yang terjadi sudah ada yang lebih berhak mengaturnya. Yah kita harus kembalikan semua kepada Sang Pemilik cinta itu, Allah Ta’ala karena sebaik-baik urusan hanya kepada-Nya dikembalikan. 

Bisa jadi apa yang kita inginkan dan menganggap baik untuk diri kita namun, tidak baik bagi kita. Kita anggap buruk untuk kita namun, sebenarnya baik untuk diri kita. 

Serahkan segalanya, pasrahkan, berharap dan selalu meminta petunjuk untuk apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Insya Allah jika kita pasrahkan  alias serahkan segalanya kepadaNya apapun itu akan kita terima dalam syukur kita.

Semoga bagi kalian yang belum bertemu dengan sosok yang sepsial didalam hati segera dipertemukan dan menjadi jodoh dunia sampai akhirat. Aamiin

Semangat dan jangan mudah berputus asa ok bro and mba sis ku.. :) 

Wallahu a'lam...

Sunday, 19 August 2018

KOREKSI DIRI SENDIRI SEBELUM DAN SETELAH MENASEHATI ORANG LAIN


Memberi nasehat sangat identik dengan sebuah larangan-larangan bukan? Nah. Bagaimana jika melarang orang lain namun, tanpa sadar ternyata kita melakukan apa yang dilarang itu?

Saya sendiri pun terkadang seperti itu, oleh sebab itu saya membutuhkan seseorang untuk memberikan nasehat atas apa yang belum dan sudah saya lakukan.. 

Menurut pengalaman pribadi saya sangat banyak mereka yang memberi nasehat dengan entengnya namun sangat melupakan dirinya.. contohnya nih melarang pacaran.. yah pacaran..

Siapa sih anak muda yang tak kenal dengan kata pacaran, bahkan dizaman seperti ini pun orang tua, anak-anak yang belum masanya sudah mengenal kata pacaran.

Ketika menasehati larangan itu kepada orang lain coba deh koreksi diri kita sendiri.. apakah kita sendiri sudah melakukan apa yang kita larangkan kepada orang lain? Jangan sampai melarang namun kita sendiri yang melakukan kan kasihan..

Nah.. jika memberikan nasehat lihat dan koreksi diri sendiri.. memberi nasehat tidak segampang perkataan itu.. karena ketika kita menasehati orang lain maka, akan ada tanggungjawab yang kita dapatkan.. bisa jadi orang yang kita larang akan mengoreksi langsung dan berkata..”wah... kamu melarang saya namun ternyata sembunyi-sembunyi kamu sendiri yang melakukannya”

Bagaimana? Apakah orang yang kita beri nasehat tadi akan mendengarkan nasehat kita lagi ? mereka tentu akan menilai kita orang yang munafik..

Kembali lagi ketika melarang seseorang berkomunikasi dengan lawan jenis maka tentu dizaman seperti ini kita harus mencermati mau tak mau kita akan berjumpa dengan yang bukan muhrim kita, lantas bagaimana cara komunikasi dengan lawan jenis?

Nah.. caranya bahaslah apa yang seperlunya saja seperti bahas tentang masalah kesehatan, Agama, dan menyangkut pendidikan. 

Bukan hanya menasehati tentang pacaran saja yah sobat entah apapun yang kita nasehati  sebaiknya mari kita mengajarkan diri sebelum dan sesudah menasehati orang lain..tentu saja agar kita membenahi diri kita sendiri. 

Teruslah memberi nasehat meski belum menjadi baik, bisa jadi dengan nasehat yang kita berikan itu menjadi pembuka pintu hidayah untuk mereka yang mendengarkan dan untuk teguran bagi diri kita sendiri. Ok Semangat :)

Wallahu a’lam

Thursday, 16 August 2018

JANGAN SALAH MELETAKKAN "CINTA"

 

Bagi sobat apa sih arti cinta? Bagaimana wujud cinta itu? apakah dengan kasih dan sayang sudah cukup dikatakan cinta?

Nah.. dalam Islam sebuah nasehat kebaikan adalah cinta. Mengapa? karena kita tak mau kalau orang yang kita sayang dan kasihi berada dan melakukan sesuatu  yang dalam agama itu dilarang. yaaah begitulah cinta adalah nasehat.

AsySyaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata :

"Setiap orang yang berbuat baik kepadamu, terlebih dalam urusan agama, nasehat dan amar ma'ruf nahi munkar, mengharuskan dirimu untuk mencintai dan menyukainya."

"Berbeda dengan tingkah laku sebagian orang dewasa ini. Jika engkau perintahkan dia untuk berbuat baik, engkau cegah dari yang mungkar, engkau dakwahi kepada yang baik dan engkau bimbing kepada petunjuk, terkadang hatinya justru benci kepadamu."

"Perbuatan ini menyelisihi akal dan agama".

(Syarh Iqtidlais Shirathil Mustaqim hal: 279)

Terus Terang dan Menasihati

 Ketika berteman dengan orang-orang yang baik, seseorang terkadang mendapatkan nasihat yang keras.

Akan tetapi, ketika bersahabat dengan orang orang yang buruk, dia akan sering mendapatkan basa basi dan sanjungan.

Semoga Allah ‘azza wa jalla merahmati Malik bin Dinar ketika mengatakan :

إِنَّك إِنْ تَنْقُلِ الْحِجَارَةَ مَعَ الْأَبْرَارِخَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَأْكُلَ الْحَلْوَى مَعَالْفُجَّارِ

“Sungguh, engkau memindahkan batu bersama orang orang yang baik, itu lebih baik daripada engkau memakan manisan bersama orang orang yang Buruk.”

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan :

“Sulit didapatkan pada masa ini seorang teman yang memiliki sifat ini (terus terang dan menasihati). 

"Sebab Jarang sekali ada kawan yang memberikan sanjungan, justru memberi tahu kekurangan."

Dahulu salaf mencintai orang yang mengingatkan mereka tentang berbagai kekurangan mereka.

Adapun kita sekarang, biasanya menjadikan orang yang mengetahui kekurangan kita sebagai orang yang paling dibenci."

"Ini adalah tanda lemahnya iman.”

(Mukhtashar Minhajil Qashidin hlm. 147)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan :

“Saudaramu ialah yang menasihati, mengingatkan dan memperingatkan dirimu.
 
"Orang yang tidak memerhatikanmu, berpaling darimu, dan berbasa basi denganmu, bukanlah saudaramu."
 
"Saudaramu yang sejati ialah orang yang menasihatimu, memberimu wejangan, mengingatkanmu dan mengajakmu kepada jalan Allah ‘azza wa jalla."
 
"Ia menjelaskan kepadamu jalan keselamatan sehingga engkau bisa menitinya."
 
"Selain itu, dia memperingatkanmu dari jalan kebinasaan dan akibat buruknya sehingga engkau bisa menjauhinya.”

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 21/14)

Wallahu a'lam

Sumber :  GROUP online Tholabul'ilmi