Nisluf Blog

Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Friday, 16 August 2019

KARAKTERISTIK ORANG CERDAS

Beda cerdas beda pintar, orang cerdas sudah tentu pintar tapi orang pintar belum tentu cerdas..

Mungkin banyak nih dari kita mengatakan bahwa orang cerdas itu mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan.. 

Nah.. itu persepsi yang keliru yah karena ngak ada tuh manusia yang menguasai segalanya karena manusia memiliki sisi kekurangan .. hanya saja ada yang pandai menyembunyikannya dengan kelebihan yang ia miliki.. itu namanya cerdas atau pintar ? hayooo...

Yuk kenali ciri-ciri orang cerdas berikut ini kali aja itu termasuk sobat yah..

1.    GAMPANG BERADAPTASI

Belajar dari bunglon hewan manis yang bisa berrubah warna sesuai lingkungannya. Alasan berubah warna itulah yang membuat ia sulit untuk diterkam mangsa?

Nah.. maknanya nih sob Orang dengan tingkat intelegensi yang cukup tinggi akan menjadi orang yang fleksibel serta mampu untuk menyesuaikan diri pada berbagai perbedaan-perbedaan yang ada di lingkungannya. Dirinya tidak membatasi diri di lingkungan sosial. Bahkan kebanyakan orang cerdas akan mengubah perilakunya agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru nya.

2.    TIDAK MUDAH TERSINGGUNG

Selain gampang banget beradaptasi si cerdas juga akan mudah untuk memahami maksud perkataan orang yang ada disekitarnya, sekejam apapun perkataan itu si cerdas akan berpikir “ternyata gini maksudnya” . si cerdas akan mengambil sisi positif dari perkataan itu memahami lawan bicara dan bersikap santai dan damai dalam meresponnya.

Sikap inilah yang dimiliki si cerdas pandai dalam menjaga emosi, berhati-hati bersikap, serta menganalisis setiap orang yang ia temui agar tidak terjebak dengan hasutan atau ditipu.

3.    NGAKUIN KESALAHAN

Nah... si cerdas biasanya tidak akan malu untuk mengakui kesalahannya. Ketidaktahuannya tersebut tidak membuatnya takut tuk terus mencoba sesuatu yang baru.

Si cerdas memiliki keberanian utnuk bisa melakukan hal baru dan tidak takut melakukan kesalahan. Meskipun akhirnya si cerdas melakukan sebuah kesalahan, maka mereka tidak akan gengsi untuk mengakui kesalahannya tersebut.

4.    POLA PIKIR YANG LUAS

Artinya, si cerdas tidak hanya berpatok pada satu sudut pandang saat dihadapkan pada sebuah situasi, namun si cerdas cenderung melihatnya dari berbagai sudut pandang terlebih dahulu sebelum menentukan penilaian pribadi terhadap situasi tersebut.

Si cerdas terbuka dengan berbagai pemikiran yang dimiliki oleh orang lain saat berdiskusi, termasuk ide dan konsep baru yang sebelumnya tidak diketahui. Dengan terbuka terhadap hal-hal tersebut, si cerdas selalu bisa mendapatkan pelajaran baru dari berdiskusi dengan orang lain.

Hal itu tidak berarti si cerdas tak berpendirian, namun penilaian yang dimiliki justru lebih kuat dan kokoh karena sudah lebih dulu mempertimbangkannya dari berbagai sudut , sehingga pemikiran si cerdas tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain.

5.    TENANG MENGHADAPI MASALAH 

Si cerdas senang menghubungkan kembali konsep yang sebenarnya tidak tampak berhubungan, namun mereka mampu untuk melihat sesuatu yang mungkin tidak dapat dilihat oleh orang lainnya. Hal ini lah yang dinamakan kreativitas. Sehingga rata-rata orang cerdas cenderung kreatif.

Termasuk masalah yang mereka hadapi entah sesulit apapun itu selalu ada jalan walau dalam pandangan orang lain itu mustahil.

6.    RASA INGIN TAHU 

Si cerdas biasanya akan lebih mengenali kelemahan serta ketidaktahuannya. meskipun begitu, dirinya tidak malu mengakui hal tersebut. Karena dengan sikap ini lah dirinya sadar jika ketidaktahuannya dapat dirubah dengan belajar.

Nah si cerdas cenderung memiliki rasa penasaran yang terus ada setiap harinya. Bahkan, rasa penasaran yang dirasakan bisa datang dari hal-hal kecil yang terjadi di sekitar, hingga rasa penasaran terhadap hal-hal yang bersifat filosofis seperti memahami tujuan dan arti hidup dan adanya alam semesta.

Sumber bacaan : 

https://www.suara.com
https://dosenpsikologi.com

Wallahu a'lam..

Thursday, 15 August 2019

SEDANG MENGALAMI ? CEK HAL-HAL PEMICU DEPRESI BERIKUT INI

Untuk sobat yang lagi ngerasain, tapi ingat jangan langsung ngejudge diri dulu yah..

Menurut penjelasan website hellosehat.com pengertian Depresi adalah kondisi yang digambarkan sebagai suatu kelainan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap.

Nah.. hanya saja terkadang nih ada diantara kita yang sulit membedakan mana merasa sedih mana depresi.

Menurut penelitian, depresi terjadi pada 80% orang pada beberapa waktu dalam hidupnya dan dapat terjadi pada usia berapapun. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

Depresi diduga berhubungan erat dengan faktor hormon, genetik, serta zat kimia di otak.

Adapun gejala-gejala umum yang sering terjadi kayak :


1.    Sobat merasa sulit konstentrasi
2.    Merasa sedih atau low mood
3.    Ilangnya minat akan sesuatu yang menyenangkan
4.    Merasa bahwa idup ngak ada gunanya lagi alias nih minat bunuh diri
5.    Ngak punya tenaga atau energi
6.    Susah tidur akibat gelisah ngak jelas
7.    Kebanyakan nyalahin diri sendiri tanpa alasan yang jelas
8.  Pernah ngalamin kejadian yang tak bisa dilupakan alias trauma seperti pernah disaksa, dilecehkan, atau hal-hal lainnya yang memicu rasa trauma
9.    Memiliki penyakit kronis, atau serius.

Dari ke 9 gejala umum yang ada di atas nomor berapa yang sering sobat alami?

Jika pengalami sebagian besar atau hampir semua segeralah berkonsultasi ke dokter/psikiater. 

Namun, jika sobat merasa gimana gitu ke dokter tuk terapi. Cobalah untuk bicarakan kepada orang terdekat seperti teman, atau pasangan sobat, atau ustadz/ ustadzah, atau siapa pun deh terserah sobat hanya saja milih yang menurut sobat bisa dipercaya yah..

Yah... intinya jangan malu-malu kucing entar malah nyesek sendiri , karena semakin cepat sobat berbagi apa yang sobat alami, semakin baik.

Jika sobat memilih untuk berkonsultasi ke dokter  biasanya nih dokter akan memberikan tes. Pada umumnya, dokter akan mendiagnosis dari gejala dan riwayat kesehatan sobat. 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes darah dan tes psikologi, untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang sobat alami, mengonfirmasi diagnosis dan memeriksa komplikasi yang berhubungan.

Nah.. jika sobat memilih untuk mengobati sendiri dirumah lakukan gaya hidup berikut ini :

1.    Jangan suka sendirian
2.    Sederhana saja, jangan ada drama dikehidupan
3.    Olahraga secara teratur
4.    Makan makanan sehat
5.    Belajar slow aja dengan masalah yang dialami
6.    Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan
7.    Hubungi dokter bila ngak ada perubahan.

Bagi yang ngrasa banget udah berada diposisi seperti diatas, mulai sekarang ubah pola pikir yuk.. :)

Sedih disebabkan karena perasaa, sedangkan depresi pemicunya adalah gaya hidup. 

So mulai sekarang ubah mindset terlebih dahulu dan sederhanakan gaya hidup ingat untuk selalu mensyukuri hal sekecil apapun yang sobat miliki yah ..

Sumber Bacaan :

https://hellosehat.com/penyakit/depresi/
https://www.alodokter.com/depresi/penyebab
https://id.pinterest.com

Wallahu a'lam...

Tuesday, 6 August 2019

CONTOH SIMPLE DAN TIPS MEREVIEW SUATU PRODUK



Kemajuan teknologi memberikan manfaat dalam berbagai bidang. Salah satunya bidang ekonomi, dimana teknologi dimanfaatkan untuk berdagang secara online, memperkenalkan suatu produk tanpa datang kepada pembeli secara langsung.

Oleh karena itu, jangan heran sekarang muncul iklan-iklan dimedia sosial yang menawarkan, memperkenalkan suatu produk.

Berikut contoh simple tuk mereview suatu produk. Silahkan disimak..

CONTOH SIMPLE MEREVIEW SUATU PRODUK

Hi guys!!..

Kita semua tentunya sepakat dong kalau kesehatan itu adalah suatu prioritas kita yang paling utama.
Oleh karena itu,  kita harus menjaga kesehatan kita, bagaimana mungkin kita beraktvitas dengan tubuh yang tidak sehat? Hmm.. bisa sih tapi ngak maksimal, ya kan?

Ohiya... selain olahraga secara teratur misalnya nih jogging, senam, de el el, tentunya tubuh membutuhkan vitamin dari alam seperti buah-buahan segar.

Nah....!!! Aku punya info nih buat sobat-sobat yang doyan banget makan buah-buahan segar.

Aku mau rekomendasiin @agrowing.co.id buahnya seger banget guys, buahnya langsung dari petaninya dan soal harga dijamin murah meriah dong. yuuuhuuuiii mari sehat bersama...

Perlu sobat ketahui juga nih..

 Agrowing merupakan brand dari PT Agrowing Agrikultural Indonesia yaitu suatu platform penyedia pertanian dan perternakan kualitas premium bagi konsumen baik retail maupun bisnis.

Agrowing menyediakan berbagai macam buah-buahan segar langsung dari pertanian. Dimana pengiriman setiap senin-sabtu. Beralamat di Gedung Incubie IPB, Jalan Raya Dramaga, Margajaya, Bogor. Kota Bogor, Jawa Barat. Indonesia.

Penasaran? 

Langsung aja yuuk cek Ignya @growing.co.id
 




Contoh diatas sangat simple namun, sobat bisa menambah hal-hal penting mengenai info lengkap suatu  produk.. 

TIPS MEREVIEW SUATU PRODUK

Sobat tau ngak? Apa sih yang menjadi daya tarik  sebuah produk atau brand? Tentunya ini berkaitan dengan promo dan juga  iklan yang kreatif dan menarik.

Sebelum lanjut lebih jauh pahami dulu pengertian tentang review produk.

Review produk adalah testimoni atau ulasan pengguna mengenai kualitas produk maupun jasa. 

1.    Lakukan Riset

Pilih produk yang ingin direview, cari informasi apapun terkait produk tersebut. Ketahui juga deskripsi dari penjual dan pembeli.

Setelah membaca segala informasi tentang produk, langkah selanjutnya tulislahlah dan baca kembali karena ini sangat membantu sobat dalam mereview suatu produk.

2.    Ulas produk

Ketika Mereview produk bayangkanlah sobat adalah para calon pembeli yang sedang membaca dan mencari produk berkualitas.

Namun, jangan melupakan bahwa calon pembeli terdiri dari beberapa kalangan, misalnya remaja maka, gunakan sudut pandang remaja, nah.. jika  orang tua maka, gunakan sudut pandang orang tua. Pahami tentang kebutuhan mereka.

3.    Siapkan Kerangka Review

Menyiapkan kerangka dapat membantu sobat lebih memahami sepenuhnya hal-hal apa saja yang sobat ingin tuliskan atau sampaikan tentang produk yang akan direview.

Hal yang paling penting dalam menyiapkan kerangka menulis suatu produk adalah detail produk. Karena setelah membaca review produk yang sobat tulis, para pembaca akan mencari secara jelas identitas menyangkut produk yang ingin atau akan mereka beli.

4.    Bukti

Nah.. ini dia nih.. bukti suatu produk akan lebih membantu si calon pembeli untuk mengenal produk. Sertakan bukti dari pembeli-beli sebelumnya untuk menyakinkan calon pembeli bahwa barang yang akan mereka beli benar-benar apa yang mereka inginkan.

5.    Kekurangan produk

Jangan hanya pamer manfaat suatu produk saja, para calon pembeli harus mengetahui kekurangan suatu produk. Ketika sobat menuliskan atau memperkenalkan produk maka sebisa mungkin berikan informasi secara jelas terkait kekurangan, dan juga manfaat suatu produk.

6.    Kata kunci (keyword)

Gunakan kata kunci suatu produk agar pembaca ketika mencari suatu produk langsung menemukan apa yang mereka inginkan.

Justru itulah sobat harus  menggunakan setiap keyword yang sobat pikir seseorang mungkin akan mencarinya di mesin pencari.

Demikianlah contoh dan TIPS menulis suatu produk.. semoga bermanfaat .. salam salaman..

Sumber bacaan :
berbagi artikel/blog tentang mereview produk, status temen IG yang promosiin dan mereview produk.

Sumber gambar : SS sttus teman, pixabay

Wallahu a'lam..

Friday, 2 August 2019

SEDERHANAKAN SEGALA RASA


Cinta bagi sebagian orang adalah anugrah yang amat manis, lebih manis dari sebutir gula tebu.

Namun, bagi sebagian orang cinta adalah racun yang mematikan itulah mengapa kita bisa menjumpai mereka memilih untuk mengakhiri hidup karena cinta, dan menjadi gila karenanya.

Apa arti cinta menurutmu?? (tulislah dikomentar)

Tuhan menciptakan setiap rasa untuk disederhanakan, rasa cinta yang kita miliki jangan sampai berlebih. Sebab, sesuatu yang berlebihan akan menyiksa diri kita sendiri. So.. sederhanakanlah..
Cinta jangan sampai membuat kita rela melakukan apapun, jangan.. (cinta sesama manusia)

Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang menenangkan jiwa kita, menambah rasa syukur kita. Jangan gunakan istilah ini “cinta itu seperti tai kucing rasa coklat”. Saat mendengar kalimat ini sontak saya pribadi mencari maknanya. Apa yang membuat mereka berpikir jauh seperti itu? 

Bukankah itu menjijikkan? Jika dilihat dari kalimat luar, namun secara pribadi saya menyimpulkan maksud dari ungkapan itu “suatu yang menjijikkan namun tertasa nikmat” hehehe..

SEDERHANAKAN SEGALA RASA

Semakin kau mencintai seseorang maka, kau akan semakin sakit
ada sesuatu yang membuat aku tidak mengerti
itu semua sejak aku mengenalmu
apa itu membantu?

dari sakit yang ku rasa
aku tak percaya semua ini menyadariku
memiliki kekuatan dan kasih sayang
aku benar-benar bahagia
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas apapun yang kau lakukan

aku baru sadar sesuatu
kau terlalu terburu-buru
kau berusaha menyembunyikannya
hmm.. aku tak menyangka akan begini
aku tak menyangka bisa bahagia seperti ini

siapa kira, diriku sendiri bisa jatuh cinta denganmu?
berusaha memulai sesuatu yang baru.. lagi dan lagi
dengan kehadiran dirimu dalam hidupku begitu hangat, harmonis dan romantis
aku tak pernah merasa sebahagia ini
terima kasih..

oleh karena itu, perhatikanlah diriku
bagaimana kau bisa lakukan itu, bersemangat dalam menjalani hidupmu?
kau memberikanku sebuah harapan
sejak bertemu denganmu aku berhrap untuk bisa bahagia bersamamu
aku ingin  untuk terus bersamamu

tinggallah bersamaku,jangan khawatir
janjilah satu hal kepadaku
apapun yg terjadi kamu harus tetap semangat jujur pada diri sendiri
aku akan melihat untuk memastikannya

tidak terbatas! ini akan jadi lebih baik
kau tau "aku mencintaimu"
cinta akan hidup jika di ekspresikan
aku sudah menunggunya sejak dulu..

by : nisluf

Wallahu a'lam..

Sumber gambar  : https://id.pinterest.com/pin/441071357256652358/

Tuesday, 30 July 2019

BUKTI BAHWA KAMU EMANG BENAR-BENAR INGIN MENIKAH !!

 
 
Pernikahan adalah sesuatu yang dinanti-nanti setiap pasangan baik itu yang baru mengenal atau yang sudah lama mengenal. Namun, apa yang membuat pernikahan tak kunjung terjadi? apakah niat? atau karena terhalang materi?

Yah... sebagian mereka sudah siap menikah tentu harus memperhatikan banyak hal. Nikah bukan soal bahagia saja, namun dalam kebahagiaan akan bergandeng kesedihan, kegelisahan.

Ketahuilah pernikahan bukan perkara yang mudah, ibarat seorang nelayan yang akan berlabuh ia tak akan pernah tau gelombang seperti apa yang akan ia hadapi. Tapi, ia bisa menangani jika mempersiapkan apa saja saat menempuh perjalanannya.

Bagi sobat yang ingin menikah, apakah hal-hal ini sudah ada dalam diri kalian? jika tidak maka kalian hanya berpura-pura saja untuk menikah.

Ingatlah kehidupan setelah pernikahan berlangsung bukan hanya sehari atau dua hari, maka siapkanlah diri lahir dan batin.. Semoga apa yang kalian inginkan diberi kemudahan yah... aamiin

1.    Tidak akan pernah lelah untuk berdoa

Senjata seorang muslim adalah doa. Berdoa merupakan wujud keinginan yang paling utama bahwa memang benar-benar ingin menikah. Kalian yang tak pernah lelah untuk berdoa semoga dimudahkan kepelaminan.

2.    Perubahan pola pikir

Memiliki pola pikir yang jauh kedepan misalnya :
-    Kamu akan memikirkan pernikahan yang seperti apa yang di inginkan;
-    Kamu akan memikirkan keluarga seperti apa yang akan dibentuk
-    Kamu akan memikirkan bagaimana caranya menjadi suami/istri yang baik seperti apa.
-    De el el..

3.  Ada perubahan dalam keseharian

Perubahan itu berupa :
-    Yang awalnya pemalas jadi rajin;
-    Yang awalnya tidak bekerja maka akan berupaya keras untuk bekerja;
-    Yang awalnya suka berfoya-foya dan boros maka akan berhemat.

4.    Mau berusaha keras

Berusaha memperbaiki diri untuk mempersiapkan secara lahir batin karena mana mungkin seseorang yang ingin menikah namun bermalas-malasan?

5.    Mau belajar

Seseorang yang ingin menikah maka ia akan belajar menambah wawasannya seperti :

-    Belajar bagaimana menjalani kehidupan berumah tangga yang baik dan benar sesuai syariat Islam;
-     Belajar bagaimana caranya membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

6.    Semakin mendekatkan diri kepada Allah

Kamu yang benar-benar ingin menikah maka ia akan berusaha  mencari tau dan memahami bahwa jodoh itu rahasia Allah sehingga dia akan berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

So... adakah bukti-bukti ini dalam diri kalian?

Sumber inspirasi : IG@akadnikah
Sumber gambar : pixabay
 
 
Wallahu a'lam..

Sunday, 28 July 2019

CONTOH TUGAS TENTANG KELOMPOK MASYARAKAT MARITIM SUKU BUTON



Hello sobat.. 

Kali ini Nislof Blog berbagi lagi Tugas Kuliah dari Mahasiswi UNHAS, Tugas ini sengaja di kirim ke email : annisawally8@gmail.com untuk dijadikan contoh bagi sobat yang membutuhkan referensi atau sebagainya..

Semoga contoh  tugas kali ini bisa bermanfaat bagi sobat yah..   


KELOMPOK MASYARAKAT MARITIM
SUKU BUTON

Suku Buton adalah suku bangsa yang menempati wilayah Sulawesi Tenggara tepatnya di Kepulauan Buton. Suku Buton juga dapat di temui dengan Jumlah yang Signifikan di Luar Sulawesi Tenggara Seperti di Maluku Utara, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua.Nama Buton sebagai salah satu pusat budaya maritim tidak merujuk terhadap suatu suku tertentu seperti Bajo, Mandar, Bugis, dan Makassar. Buton pasa zaman dahulu merupakan suatu wilayah kesulanan yang bernama Wolio (Zuhdi dkk, 2009).

Seperti suku-suku di Sulawesi kebanyakan, suku Buton juga merupakan suku pelaut. Orang-orang Buton sejak lama merantau ke seluruh pelosok Nusantara dengan menggunakan perahu berukuran kecil yang hanya dapat menampung lima orang, hingga perahu besar yang dapat memuat barang sekitar 150 ton.

Secara umum, orang Buton adalah masyarakat yang mendiami wilayah kekuasaan Kesultanan Buton. Daerah-daerah itu kini telah menjadi beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara diantaranya Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Muna Barat.

Selain merupakan masyarakat pelaut, masyarakat Buton juga sejak zaman dulu sudah mengenal pertanian. Komoditas yang ditanam antara lain padi ladang, jagung, singkong, ubi jalar, kapas, kelapa, sirih, nanas, pisang, dan segala kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

1. SEJARAH KELOMPOK MASYARAKAT SUKU BUTON

Jika melihat dari Sejarah Suku Buton dan asal usulnya dapat diketahui dengan mengungkapkan lebih dahulu sejarah kedatangan Sipanjonga dan kawan-kawannya, yang dikenal dalam sejarah wolio dengan nama Kesatuannya “Mia Pata Mianan” yang artinya “empat orang” lebih jelasnya dimaksudkan dengan empat pemuka yaitu Sipanjonga, Simalui, Sijawangkati dan Siuamanajo. Dan dengan berpegang pada buku silsilah dari Raja-raja di Wolio, keempat orang tersebut konon menurut riwayat berasal dari tanah Semenanjung Johor (Malaysia) pulau Liya Melayu, di mana tibanya di Buton dapat diperkirakan berkisar akhir abad ke 13 atau setidaknya pada awal abad ke 14. Perkiraan tibanya Sipanjonga dan kawan-kawannya.

Setelah kekuasaan Sriwijaya runtuh Sipanjonga dan teman-temannya serta pengikut-pengikutnya, sebagai seorang raja di negerinya, yang termasuk di dalam kerjaan Sriwijaya, mengetahui kedudukan Sriwijaya sudah demikian lemahnya, Ia mengambil kesempatan untuk meninggalkan kerajannya mencari daerah lain untuk tempat tinggalnya dan Untuk dapat menetap sebagai seorang raja yang berkuasa dan tibalah mereka di Pulau Buton.

Tibanya Sipanjonga dengan kawan-kawan tidak bersama-sama dan tidak pula pada suatu tempat yang sama dan rombongannya terdiri dalam dua kelompok, dengan tumpangan mereka yang disebut dalam zaman “palulang”.Kelompok pertama Sipanjonga dengan Sijawangkati sebagai kepala rombongan mengadakan pendaratan yang pertama di Kalaupa, suatu daerah pantai dari raja tobo-Tobo, sedangkan Simalui dan Sitamanajo mendarat di Walalogusi (kira-kira kampung Boneatiro atau di sekitar kampung tersebut Kecamatan Kapontori sekarang). Pada waktu pendaratan pertama itu Sipanjonga mengibarkan bendera kerajaannya pada suatu tempat tidak jauh dari Kalampa, pertanda kebesarannya. Bendera Sipanjonga inilah yang menjadi bendera kerajaan buton yang disebut “tombi pagi” yang berwarna warni, “longa-longa” bahasa wolionya.

Di kemudian tempat di mana pengibaran bendera tersebut dikenal dengan nama “sula” yang sampai sekarang masih dikenal, terdapat di dalam desa Katobengke Kecamatan Wolio, tidak jauh lapangan udara Betoambari.Kemudian maka keempat pemuka tersebut di atas yang membuat dan meninggalkan sejarah dan kebudayaan wolio, sedangkan kerajaan yang pada zamannya pernah menjadi kerajaan yang berarti, dan merekalah pula yang mengawali pembentukan kampung-kampung, yang kemudian sesuai dengan perkembangannya menjadi kerajaan dan inilah yang dimaksudkan dengan kerajaan Buton, yang sebagai Rajanya yang pertama Ratu I Wa Kaa Kaa.Di tempat pendaratannya tersebut Sipanjonga dan kawan-kawannya membangun tempat kediamannya yang lambat laun menjadi sebuah kampung yang besar, yang tidak lama setelah pendaratannya itu Rombongan Simalui dan Sitamanajo bersatu kembali dengan Sipanjonga di Kalampa.

Oleh karena letak tempat tinggal dari Sipanjonga dekat pantai bukanlah suatu hal yang tidak mungkin terjadinya gangguan-gangguan keamanan, terutama sekali dari bajak laut yang berasal dari Tobelo Maluku – masyuurnya gangguan keamanan dari apa yang dikenal dengan tobelo, demikian di takuti sehingga menjadi akta menakuti anak-anak dari kalangan orang tua dengan “jaga otobelo yitu” artinya “awas tobelo itu”.

Untuk mengindarkan diri dari gangguan keamanan Sipanjonga dan rakyatnya meninggalkan Kalampa menuju arah gunung yang tidak jauh dari tempatnya itu kira-kira 5 km dari tepi pantai di tempat yang baru inilah Sipanjonga dan rakyatnya bermukim.Karena di tempat yang baru itu masih penuh dengan hutan belukar maka untuk membangun tempat kediaman mereka ditebasnya belukar-belukar itu, yang pekerjaan menebas itu dalam bahasa wolionya dikatakan “Welia”. Inilah asal nama “Wolio” dan tempat inilah pula yang menjadi tempat pusat kebudayaan Wolio ibu kota kerajaan.

Kesultanan Wolio berdiri pada abad ke 14 dan berakhir pada tahun 1960. Wilayah kekuasaan ini dahulu kala mencakup Pulau Kabaena, Pulau Muna, Pulau Tiworo, Pulau Buton, dan Kepulauan Tukang Besi (Wakatobi). Wilayah tersebut saat ini secara administrative merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wilayah Kesultanan Buton merupakan kepulauan dimana wilayah lautnya lebih luas daripada daratan. Interpretasi Peta Geologi Lembar Buton menunjukkan bahwa litologi. Wilayah ini tersusun oleh material endapan laut yang mengalami pengangkatan membentuk pulau, seperti sedimen pasir, lanau, lempung dan endapan koral yang membentuk batugamping. Luasan batugamping lebih mendominasi di kepulauan ini. Hal tersebut mengakibatkan tanah yang ada cenderung tidak cocok sebagai area pertanian. Kombinasi antara lautan yang membentang luas dan tanah yang tidak subur mendorong masyarakat Buton berorientasi maritim (Zuhdi dkk, 2009).

2. SISTEM BUDAYA KELOMPOK MASYARAKAT SUKU BUTON

a. Sistem Pengetahuan

Sejak dulu, orang Buton sangat mementingkan pendidikan. Pendidikan yang baik terhadap anak laki-laki dan perempuan membuat mereka memiliki kesusasteraan yang maju. Tidak ketinggalan pula dalam hal mempelajari bahasa asing. Karena itu, saat ini mulai terlihat hasil-hasil kemajuan di bidang sosial. Dalam pengetahuan maritim, orang-orang suku Buton menanamkan nilai-nilai dan tradisi yang dapat kita kenal dengan nilai Sabangka Asarope. Yaitu Pengenalan terhadap ruang kultural menjadi prestise sosial bagi orang Buton dalam berlayar. Sekali menancapkan layar untuk satu tujuan berlayar (Asarope), maka mereka pantang kembali ke kampung, sebelum membawa hasil dan berhasil dalam pelayaran itu. Semangat hidup di laut dengan Sabagka Asarope menjadi salah satu nilai yang harus dipegang oleh para pelayar-pedagang Buton.

Bagi orang Buton, perahu (Bangka/wangka) memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupannya. Bahkan, karena pentingnya, istilah perahu pun digunakan sebagai sapaan pada kehidupan di darat, untuk menyebut kawan/teman/sahabat, yakni sabangka.Kesatuan kata dan langkah dalam usaha pelayaran dan perdagangan maritim merupakan unsur utama penguat tradisi maritim. Dengan semangat selalu bersama atau satunya kata dan perbuatan, segala tantangan kehidupan di laut, baik yang bersumber dari ruang samudra maupun dari manusia, dapat dihadapi. Itulah sebabnya, ketika perahu telah dilayarkan dan meninggalkan pantai, pantang bagi pelayar Buton untuk mengubah haluan, apalagi kembali lagi ke pantai. Semangat yang dimaksud adalah asarope, diambil dari kata “rope” yakni bagian depan atau haluan perahu, diawali dengan kata “asa” yang bermakna satu atau sama.Semangat hidup tersebut, disebut Sabangka-Asarope. Nilai budaya inilah yang menjadi penopang utama kelangsungan tradisi maritim orang Buton dari waktu ke waktu dan dari satu tempat (ruang) ke tempat lain.

b. Bahasa

Masyarakat Buton memiliki variasi bahasa yang begitu beragam. Hingga sekarang dapat ditemui lebih dari tiga puluhan bahasa dengan berbagai macam dialek. Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Buton.Dalam perkembangan selanjutnya bahasa Sansekerta di gantikan oleh bahasa Arab seiring masuknya Ajaran Islam di Kerajaan Buton pada abad ke-15 M, banyaknya penggunaan bahasa Arab pada kosakata bahasa Buton menunjukkan tingginya pengaruh Islam dalam Kesultanan Buton. Disamping itu bahasa Buton juga menyerap unsur-unsur bahasa melayu.

c. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial

Untuk pengklasifikasian masyarakat khusus pesisir tidak ada istilah-istilah yang digunakan sebagai tanda bahwa orang itu pelaut yang kedudukannya tinggi ataupun rendah. Namun, dalam sistem Kerajaan Buton diterapkan pula sistem kasta yang hanya diterapkan pada sistem pemerintahan dan ritual keagamaan saja. Berikut sistem kasta dalam kerajaan Buton:
  • Kaomu atau Kaumu (kaum ningrat/bangsawan) keturunan dari raja Wa Kakaa. Raja/Sultan dipilih dari golongan ini.
  • Walaka, (elit penguasa) yaitu keturunan menurut garis bapak dari Founding Fathers Kerajaan  buton (mia patamiana). Mereka memegang jabatan penting di Kerajaan seperti mentri dan juga dewan. Mereka pula yang menunjuk siapa yang akan menjadi Raja/Sultan berikutnya.
  • Papara atau disebut masyarakat biasa yang tinggal di wilayah kadie (desa) dan masih merdeka. Mereka dapat dipertimbangkan untuk menduduki jabatan tertentu di wilayah kadie, tetapi sama sekali tidak mempunyai jalan kepada kekuasaan di pusat.
  • Babatua (budak), orang yang hidupnya bergantung terhadap orang lain/memiliki utang. meraka dapat diperjualbelikan atau dijadikan hadiah
  • Analalaki dan Limbo. Mereka adalah golongan kaomu dan walaka yang diturunkan darajatnya kerana melakukan kesalahan sosial dan berlaku tidak pantas sesuai dengan status sosialnya.
d. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Perahu lambo merupakan hasil karya asli masyarakat Buton (Zuhdi dkk, 2009). Meskipun demikian, pembuatan lambo tetap menyerap pengetahuan dari barat. Perahu ini memiliki keunikan berupa penggunaan layar nade yang merupakan produk barat. Perahu Lambo mampu mengangkut barang hingga 300 ton. Lambo juga digadang-gadang menjadi pesaing Perahu Pinisi yang banyak digunakan oleh suku Bugis untuk berdagang.

e. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Perairan di pulau Buton dan Muna kaya akan ikan tuna dan ikan ekor kuning. Maka dari itu sebagian besar masyarakat suku Buton hidup pada bidang perairan menjadi pelaut dan nelayan. Tetapi sejak kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang cukup di daerah terasa sulit, banyak dari mereka yang kemudian pergi meninggalkan mata pencaharian di sektor perairan. Dan kekinian kegiatan pertanian menjadi kegiatan utama perekonomian. Mereka menanam padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kapas, kelapa, sirih, nanas, pisang dan lain-lain termasuk beberapa jenis sayuran.

f. Sistem Religi dan Kepercayaan

Sebelum masuknya pengaruh Hindu ke Buton oleh bangsa Majapahit pada abad ke-13 dan Islam yang dibawah pada abad 15, masyarakat Buton mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang (animisme dan dinamisme). Masuknya agama Hindu-Islam mendorong masyarakat Buton mulai menganut agama Hindu-Islam walaupun tidak meninggalkan kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan dewa-dewa alam. Misalnya masyarakat nelayan Wakatobi khusunya Tomia mengenal adanya Dewa laut Wa Ode Maryam yang dipercaya dapat menjaga mereka dalam mengarungi lautan Banda yang terkenal ganas. Disamping itu masyarakat Buton juga mengenal Dewa yang melindungi keberadaan Hutan yang dikenal dengan nama Wa Kinam**** (tidak boleh disebut namanya/hanya diucapkan dengan cara berbisik)

Masuknya Islam di Buton pada abad ke-15, yang di bawah oleh Ulama dari Patani juga telah meletakkan dasar-dasar Ilmu Fikih kepada Kesultanan dan masyarakat Buton. Ilmu Fikih merupakan ilmu Islam yang mempelajari hukum dan peraturan yang mengatur hak dan kewajiban umat terhadap Allah dan sesama manusia sehingga masyarakat Buton dapat hidup sesuai dengan kaidah Islam. Dan Pada Abad ke-16 M, lahir dasar-dasar Ilmu Qalam dan Tasawuf di Buton, yang dibawah oleh Sufi yang berasal dari Aceh.

g. Kesenian

Orang Buton terkenal pula dengan peradabannya yang tinggi dan hingga saat ini peninggalannya masih dapat dilihat di wilayah-wilayah Kesultanan Buton, diantaranya Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terbesar di dunia, Istana Malige yang merupakan rumah adat tradisional Buton yang berdiri kokoh setinggi empat tingkat tanpa menggunakan sebatang paku pun, mata uang Kesultanan Buton yang bernama Kampua, dan banyak lagi.Mata uang kesultanan Kampua Buton tersebut uniknya berbahan kain tenun dan merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat, mata uang ini pertama kali diperkenalkan oleh Bulawambona, yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua, yang memerintah sekitar abad XIV.

3.  KEARIFAN LOKAL DALAM KELOMPOK MASYARAKAT SUKU BUTON

Sebagai kebiasaan dan kesadaran kolektif, masyarakat Suku Buton memilik tradisi yang bisa memperlancar pertumbuhan pribadi masyarakat. Hal ini erat hubungannya dengan keberadaan tradisi sebagai wadah penyimpanan norma sosial kemasyarakatan.

Sejumlah kearifan tradisi dari tradisi yang ada dalam masyarakat Buton adalah kangkilo. Merupakan modal sosial budaya masyarakat Buton untuk mewujudkan keselarasan dan keharmonisan hidup. Kearifan tradisi yang meliputi kesucian ritual dan kesucian rasa dan akhlak bila diketahui dan dipahami maknanya dengan baik akan membentuk karakter prilaku, tutur kata dan sikap positif masyarakat Buton sesuai dengan nilai etika dan moral yang dianjurkan dalam tradisi itu.

Selain itu juga terdapat ritual-ritual dan pesta Adat yang dilakukan masyarakat Buton hingga sekarang yang dikabarkan mengandung unsur Sinkritisme. 

Berikut ritual-ritual dan pesta adat tersebut:
  • Tuturiangana  Andaala yaitu Ritual kesyukuran masyarakat Buton yang berada di Pulau Makassar (liwuto) kepada Allah SWT,  atas keluasan rejeki yang terhampar luas disektor kelautan.
  • Kabuenga merupakan tradisi mencari pasangan hidup khas Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tradisi ini bermula ketika kaum para pemuda maupun gadis setempat jarang mempunyai kesempatan bertemu.Dahulu para pemuda sering berlayar untuk merantau atau lebih banyak di laut sehingga sulit bertemu dengan para gadis. Karena itulah, para lelaki dan perempuan lajang kemudian dipertemukan dalam Tradisi Kabuenga.
  • Mataa yaitu ritual adat yang digelar masyarakat Buton etnik cia-cia di desa.
  • Laporo yang merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang diperoleh.
  • Pekande-kandea yaitu pesta syukuran masyarakat Buton kepada Allah SWT atas limpahan anugrah yang diberikan.
  • Goraana Oputa/Maludju Wolio yaitu ritual masyarakat Buton dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan tiap tengah malam tanggal 12 Rabiul awal
  • Qunua, yaitu ritual keagamaan yang dilakukan masyarakat Buton pada 16 malam bulan Ramadhan.
  • Karia yaitu pesta adat masyarakat Buton yang berada di Kaledupa untuk menyambut anak-anak yang sedang beranjak dewasa. Pesta Rakyat ini diiringi dengan tarian-tarian yang dilakukan oleh pemangku adat, bersama orang tua kemudian memanjatkan doa bersama anak-anak mereka yang bertujuan untuk membekali anak-anak mereka dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
  • Posuo (pingit) yaitu pesta adat masyarakat Buton yang ditujukan pada kaum wanita yang memasuki usia remaja sekaligus menyiapkan diri untuk berumah tangga.
  • Haroa, Sambura’e, dll.

4. PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI YANG ADA DALAM KELOMPOK MASYARAKAT SUKU BUTON

Dulu

Orang Buton yang mencakup seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Wolio adalah salah satu pengelana laut yang termasyur seperti yang telah dijelaskan diatas. Faktor pendorong yang sering digunakan untuk menjelasakan hal tersebut adalah tanah yang kurang subur dan posisi geografis yang berada di jalur pelayaran antara Indonesia Timur dan Barat (Zuhdi dkk, 2009). Indonesia Timur memiliki Maluku dan Papua yang menghasilkan hasil bumi berupa rempah-rampah dan kopra, sedangkan Indonesia Barat memiliki Jawa sebagai penghasil alat-alat dan kebutuhan rumah tangga. Pelaut Buton khususnya Tukang Besi berfungsi sebagai penghubung kedua daerah ini (Hadara, 2006). Oleh karena itu, orang Buton banyak tersebar dari Barat  hingga Timur Indonesia.

Letak Buton yang secara geografis strategis, ternyata juga menimbulkan permasalahan. Kepulauaan Buton seringkali menjadi sasaran bajak laut (Wafren, 2002). Perampok ini berasal dari Tobelo dan kawasan Laut Sulu. Ancaman terhadap ketentraman masyarakat Buton ternyata tidak hanya berasal dari bajak laut. Letak goegrafis wilayah ini juga mengakibatkan Buton berada diantara pengaruh politik Kerajaan Gowa dan Ternate (Zuhdi dkk, 2009). 

Dua permasalahan tersebut tentunya menjadikan penduduk Kepulauan Buton tidak aman, sehingga mereka banyak yang bermigrasi.Migrasi yang dilakukan orang Buton memiliki pola yang dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan (Zuhdi, 2010). Pola Ternate cenderung menjadikan orang Buton menempati kedudukan tinggi. Hal ini dikarenakan telah adanya hubungan erat antarkesultanan. Hubugan ini melibatkan masyarakat di Kulisusu Buton Utara yang mempunyai keahlian tertentu, sehingga dapat tinggal di lingkungan Keraton Ternate. Pola Ambon menempatkan mereka pada strata rendah. Orang Buton pada pola migrasi Ambon didominasi oleh masyarkaat Kepulauan Wakatobi. Orang Wakatobi yang bermigrasi ini awalnya membuka wilayah baru di Teluk Ambon dengan nama Kampuung Tomea Pekerjaan mereka didominasi oleh tukang becak, penjualtoko kelontong, dan hasil bumi berskala kecil. 

 Saat Ini
 
Masalah sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat Buton saat ini dapat kita ketahui dari curhatan atau informasi para nelayan. Dalam Festival yang baru-baru ini diadakan,dihadiri oleh 20.000 nelayan dan 30.000 masyarakat pesisir pantai di Buton, Sulawesi Tenggara, Senin, 4 Maret 2019. Juga wakil pemerintah yang diwakili Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko. 

Di hadapan Moeldoko, para nelayan menyampaikan aspirasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Ketua nelayan tradisonal Kabupaten Buton, La Jannah Ali mengungkapkan masalah yang dihadapai nelayan di Buton seperti keberadaan kapal-kapal besar yang memasuki wilayah tangkap mereka. 

Mereka sudah bersurat ke Kementerian Kelautandan Perikanan (KKP) agar menindak kapal besar yang memasuki wilayah tangkapan nelayan tradisonal. Kemudian penempatan rumpon (alat bantu pengumpulikan yang menggunakan berbagai bentuk dan jenis pengikat/atraktor dari benda padat) yang tidak sesuai dengan jarak seharusnya.

Oleh sebab itu, demi keberlangsungan aktivitas, nelayan tradisional Buton sangat berharap KSP dapat mendorong penyelesaian persoalan ini. Bahkan, para nelayan berharapaduan ini disampaikan juga kepada Presiden Joko Widodo agar penyelesainnya semakin dipercepat. Namun, hingga saat ini belum ada respons dari kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti tersebut.

DAFTAR PUSTAKA :

Nurkholis Afid.07 April 2018. Dalam Jurnal : “Menengal Pusat Kebudayaan Maritim”.
JanuariusKuwado, Fabian. 5 Maret 2019. Dalam berita nasional Kompas.com. 
https://nasional.kompas.com/read/2019/03/05/09553201/kepada-moeldoko-nelayan-buton-mengeluh-wilayah-tangkapannya-diserobot-kapal .

Pusat Web Informasi : Kantor StafPresiden. 04 Maret2019,http://ksp.go.id/curhat-nelayan-tradisional-buton-ke-moeldoko-wilayah-tangkap-diserobot-kapal-besar/index.html

Pusat Web Informasi : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/SabangkaAsarope/ .

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suku_Buton diakses tanggal 11 Mei 2019.

http://dunia-kesenian.blogspot.com/2015/05/sejarah-dan-kebudayaan-suku-buton.html?m=1 diakses tanggal 11 Mei 2019.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabuengadiakses tanggal 11 Mei 2019.

Sumber gambar : pixabay


Wallahu a'lam..

Friday, 26 July 2019

CONTOH MAKALAH MKU HI A-Kewarganegaraan HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

 Yuhuuiii... bagi sobat yang punya "RONGSOKAN" tugas apapun nih , yuuks kirim ke email annisawally8@gmail.com.

Sayang bangetkan dari pada menuh menuhin Laptop atau NB sobat, mending bagi aja di blog ini InsyaAllah bisa menjadi investasi akhirat juga buat sobat-sobat.

"RONGSOKAN" tugas sekolah/kampus/kantor akan jauh bermanfaat bagi sesama jika dijadikan contoh atau referensi bagi mereka yang membutuhkan.. iyakan?
 
 
MKU HI A-Kewarganegaraan
HAK DAN KEWAJIBAN
WARGA NEGARA

Disusun Oleh : Kelompok 4
Defki Sarma            (E061181006)
Latifah Ukhra Rasyid    (E061181008)
Armirayanti Amir        (E061181020)
Rahmat Riyadi        (E061181024)
Ayu Maulida            (E061181031)
Alif Ryadussalihin R.    (E061181309)
Nurfalah Anbar R.        (E061181312)
Nur Fadillah            (E061181314)


Makassar, 02 Maret 2019
Prodi Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Hasanuddin
 
 
 
KATA PENGANTAR
 
 Puji Syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala rahmat,karunia,serta taufik dan hidayah­Nya, makalah mengenai “Hak dan Kewajiban Warga Negara” ini dapat diselesaikan tepat waktu. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kewarganegaraan. Tidak lupa pula Kami ucapkan terimasih kepada bapak dosen penanggugjawab yang telah membimbing dan memberikan tugas ini.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah Kami selanjutnya.  

Akhir kata, Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta Kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.

Makassar, 02 Maret 2019


DAFTAR ISI
 
 
 BAB I PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang ..........................................................................................   1

1.2         Rumusan Masalah .....................................................................................   1

1.3         Tujuan .......................................................................................................   1

BAB II PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Hak dan KewajibanWarga Negara .........................................   2

2.2     Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut UUD 1945 .........................  2

2.3     Jenis Hak dan Kewajiban Warga Negara ..................................................  4

2.4     Pelanggaran Hak dan Kewajiban Warga Negara ......................................   6

BAB III PENUTUP

3.1         Kesimpulan ...............................................................................................   10

3.2         Saran .........................................................................................................   10


 BAB IPENDAHULUAN

 1.1.    Latar Belakang 

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang diperoleh atau dilaksanakan dalam suatu negara. Kewajiban warga negara ini pada dasarnya adalah hak negara. Negara sebagai organisasi kekuasan memiliki sifat memaksa, memonopoli, dan mencakup semua. Oleh karena itu, merupakan hak negara untuk ditaati dan dilaksanakan hukum-hukum yang berlaku di negara tersebut.

Sementara itu, hak warga negara adalah kewajiban warga negara terhadap rakyatnya. Hak-hak warga negara wajib diakui(recognized), wajib dihormati (repected), dilindungi (protected), difasilitasi (facilitated), serta dipenuhi (full filled) oleh negara. Negara didirikan memang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya. 

Jika hak dan kewajiban warga negara tidak berjalan seimbang dalam praktik kehidupan, maka akan terjadi suatu ketimpangan yang akan menimbulkan gejolak masyarakat dalam pelaksanaan kehidupan individu baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Dengan demikian hak dan kewajiban tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

1.2.    Rumusan Masalah
 1.2.1.    Apa pengertian hak dan kewajiban warga negara?
1.2.2.    Bagaimana hak dan kewajiban warga negara Indonesia menurut UUD 1945?
1.2.3.    Apa saja jenis-jenis hak dan kewajiban warga negara ?
1.2.4.    Apa pelanggaran dan penanganan hak dan kewajiban warga negara ?

1.3.    Tujuan penulisan 
 
1.3.1.    Mengetahui pengertian hak dan kewajiban warga negara.
1.3.2.    Mengetahui hak dan kewajiban warga negara Indonesia menurut UUD 1945.
1.3.3.    Mengetahui jenis-jenis hak dan kewajiban warga negara.
1.3.4.    Mengetahui pelanggaran dan penanganan hak dan kewajiban warga negara.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya kita terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang selalu kita lakukan dan orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak. Dalam hal kewarganegaraan, hak ini berarti warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak, jaminan keamanan, perlindungan hukum dan lain sebagainya.Kewajiban adalah suatu hal yang wajib kita lakukan demi mendapatkan hak atau wewenang kita. Bisa jadi kewajiban merupakan hal yang harus kita lakukan karena sudah mendapatkan hak, Tergantung situasinya. Sebagai warga negara kita wajib melaksanakan peran sebagai warga negara sesuai kemampuan masing-masing supaya mendapatkan hak kita sebagai warga negara yang baik.

Dengan demikian, Warga negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatupenduduk yang menjadi unsur negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengankedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawulaNegara. karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga darisuatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatanbersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapanhukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawabmasing-masing. UU No. 62 Tahun 1958  menyatakan bahwa negara republik Indonesiaadalah orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan atau perjanjian-perjanjian dan atau peraturan-peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 agustus1945 sudah menjadi warga negara republik Indonesia.

Warga negara juga merupakan anggota negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaraanya.

2.2    Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut UUD 1945

Tiap warga suatu negara memiliki hak-hak dan kewajiban masing-masing, diatur dalam peraturan perundang-undangan baik dalam UUD 1945 maupun dalam UU lainnya. Hak dan kewajiban warga negara diperoleh jika seorang individu memenuhi syarat-syarat sebagai warga negara.

Hak Warga Negara

•    Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).

•    Hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).

•    Hak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya (pasal 28A).

•    Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).

•    Hak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (pasal 28B ayat 2).

Pasal 28C

•    Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya (pasal 28C ayat 1).

•    Hak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya (pasal 28C ayat 1).

•    Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif (pasal 28C ayat 2).

•    Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (pasal 28D ayat 1).

•    Hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28D ayat 2).

•    Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (pasal 28D ayat 3).

•    Hak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya (pasal 28E ayat 1).

•    Hak memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali (pasal 28E ayat 1).

•    Hak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya (pasal 28E ayat 2).

•    Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28E ayat 3).

•    Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya (pasal 28F).

•    Hak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (pasal 28F).

•    Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya (pasal 28G ayat 1).

•    Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi (pasal 28G ayat 1).

•    Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain (pasal 28G ayat 2).

•    Hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat (pasal 28H ayat 1).

•    Hak memperoleh pelayanan kesehatan (pasal 28H ayat 1).

•    Hak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (pasal 28H ayat 2).

•    Hak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat (pasal 28H ayat 3).

•    Hak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun (pasal 28H ayat 4).

•    Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (pasal 28I ayat 1).

•    Hak untuk bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu (pasal 28I ayat 2).

•    Hak untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu (pasal 29 ayat 2).

•    Hak ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (pasal 30 ayat 1).

•    Hak mendapat pendidikan (pasal 31 ayat 1).

Kewajiban Warga Negara
•    Wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan asas persamaan kedudukan dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1).

•    Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).

•  Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 28J ayat 1).

•    Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain (pasal 28J ayat2).

•    Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (pasal 30 ayat 1).

•    Wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (pasal 31 ayat 2).

2.3    Jenis Hak dan Kewajiban Warga Negara

Berikut ini diuraikan beberapa jenis hak dan kewajiban warga negara :

a.    Hak atas kewarganegaraan
Pasal 26 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Adapun yang menjadi penduduk Indonesia ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

b.    Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan
Pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum dan pemerintah dan wajib menjunjung hukum dan pemerintah itu dengan tidak ada kecualinya. Ini adalah konsekuensi dari prinsip kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan.

c.    Hakatas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal ini memancarkan asas keadilan sosial dan kerakyatan yang merupakan hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

d.    Hak dan Kewajiban bela negara
Pasal 27 ayat (3) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Ketentuan tersebut menegaskan hak dan kewajiban warga negara menjadi sebuah kesatuan. Dengan kata lain, upaya pembelaan negara merupakan hak sekaligus menjadi kewajiban dari setiap warga negara Indonesia.

e.    Kemerdekaan berserikat dan berkumpul
Pasal 28 menetapkan hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan, dan sebagainya.

f.    Kemerdekaan memeluk agama
Pasal 29 ayat (1) menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketentuan ayat ini menyatakan kepercayaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian pasal 29 ayat (2) menyatakan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaan itu.

g.    Pertahanan & keamanan negara
Dalam UUD 1945 dinyatakan dalam bentuk hak dan kewajiban yang dirumuskan dalam Pasal 30 Ayat (1) dan (2). Ketentuan pasal tersebut menyatakan hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

h.    Hak mendapat Pendidikan
Pasal 31 Ayat (1) UUD 1945 menetapkan bahwa setiap warga negara berhak atas Pendidikan. Pasal 31 Ayat (2) ditegaskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pasal 31 Ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system Pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

i.    Kebudayaan nasional Indonesia
Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 menetapkan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya. Pasal 32 Ayat (2) disebutkan negara menghormati dan memelihara Bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

j.    Perekonomian nasional
Pasal 33 UUD 1945 merupakan jaminan hak warga negara atas usaha perekonomian dan hak warga negara untuk mendapatkan kemakmuran.

k.    Kesejahteraan nasional
Pasal 34 ini memancarkan semangat untuk mewujudkan keadilan social. Ketentuan dalam pasal ini memberikan jaminan atas hak warga negara untuk mendapatkan kesejahteraan social yang terdiri atas hak mendapatkan jaminan social, hak mendapatkan jaminan kesehatan dan hak mendapatkan fasilitas umum yang layak.

2.4     Pelanggaran Hak dan Kewajiban Warga Negara

Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Pelanggaran hak warga negara terjadi ketika warga negara tidak dapat menikmati atau memperoleh haknya sebagaimana yang ditetapkan oleh undang-undang.Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara sendiri. Misalnya, kemiskinan yang masih menimpa sebagian masyarakat Indonesia. Hal itu dapat disebabkan program pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Atau, bisa juga disebabkan oleh perilaku warga negara sendiri yang tidak mempunyai keterampilan sehingga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara di antaranya disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

a. Sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri ;  Sikap ini akan menyebabkan seseorang selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap seperti ini akan menghalalkan segala cara supaya haknya bisa terpenuhi, meskipun caranya tersebut dapat melanggar hak orang lain.

b. Rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara ;  Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran berbuat seenaknya. Pelaku tidak mau tahu bahwa orang lain pun mempunyai hak yang harus dihormati. Sikap tidak mau tahu ini berakibat muncul perilaku atau tindakan penyimpangan terhadap hak dan kewajiban warga negara.

c. Sikap tidak toleran ;  Sikap ini akan menyebabkan munculnya saling tidak menghargai dan tidak menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap ini pada akhirnya akan mendorong orang untuk melakukan pelanggaran kepada orang lain.

d.  Penyalahgunaankekuasaan ;  Di dalam masyarakat terdapat banyak kekuasaan yang berlaku. Kekuasaan di sini tidak hanya menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk-bentuk kekuasaan lain yang terdapat di dalam masyarakat yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak warga negara. Oleh karena itu, setiap penyalahgunaan kekuasaan mendorong timbulnya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara.

e.Ketidaktegasan aparat penegak hukum ;  Aparat penegak hukum yang tidak bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, tentu saja akan mendorong timbulnya pelanggaran lainnya. Penyelesaian kasus pelanggaran yang tidak tuntas akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus- kasus lain. Para pelaku cenderung mengulangi perbuatannya, dikarenakan mereka tidak menerima sanksi yang tegas atas perbuatannya itu. Selain hal tersebut, aparat penegak hukum yang bertindak sewenang-wenang juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak warga negara dan menjadi contoh yang tidak baik, serta dapat mendorong timbulnya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat.

f.  Penyalahgunaanteknologi ;  Kemajuan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif, tetapi bisa juga memberikan pengaruh negatif bahkan dapat memicu timbulnya kejahatan. Anda tentunya pernah mendengar terjadinya kasus penculikan yang berawal dari pertemanan dalam jejaring sosial. Kasus tersebut menjadi bukti apabila kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang sesuai aturan, tentu saja akan menjadi penyebab timbulnya pelangaran hak warga negara. Selain itu juga, kemajuan teknologi dalam bidang produksi ternyata dapat menimbulkan dampak negatif, misalnya munculnya pencemaran lingkungan yang bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan manusia.

Kasus Pelanggaran Hak Warga Negara

Pelanggaran terhadap hak warga negara bisa kita lihat dari kondisi yang saat ini terjadi misalnya sebagai berikut.

a. Proses penegakan hukum masih belum optimal dilakukan ; misalnya masih terjadi kasus salah tangkap, perbedaan perlakuan oknum aparat penegak hukum terhadap para pelanggar hukum dengan dasar kekayaan atau jabatan masih terjadi, dan sebagainya. Hal itu merupakan bukti bahwa amanat Pasal 27 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya” belum sepenuhnya dilaksanakan.

b. Saat ini, tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di negara kita masih cukup tinggi, padahal Pasal 27 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 mengamanatkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

c. Makin merebaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Padahal, Pasal 28A–28J UUD NRI Tahun 1945 menjamin keberadaan Hak Asasi Manusia.

d. Masih terjadinya tindak kekerasan mengatasnamakan agama, misalnya penyerangan tempat peribadatan, padahal Pasal 29 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menegaskan bahwa “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

e. Angka putus sekolah yang tinggi mengindikasikan belum terlaksana secara sepenuhnya amanat Pasal 31 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yangmenyatakan bahwa “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. 

f. Pelanggaran hak cipta, misalnya peredaran VCD/DVD bajakan, perilakuplagiat dalam membuat sebuah karya dan sebagainya.

Contoh-contoh yang diuraikan di atas membuktikan bahwa tidakterpenuhinya hak warga negara dikarenakan adanya kelalaian atau pengingkaran dalam pemenuhan kewajiban sebagaimana yang dipersyaratkan dalam UUD NRI Tahun 1945 dan ketentuan perundang-undangan lainnya. Hal-hal tersebut apabila tidak segera diatasi, dapat mengganggu kelancaran proses pembangunan yang sedang dilaksanakan.

Upaya Penanganan Pelanggaran Hak dan Pengngkaran Kewajiban Warganegara

a.    Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan. Pendekatan hukum dan pendekatan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pejabat penegak hukum harus memenuhi kewajiban dengan memberikan pelayanan yang baik dan adil kepada masyarakat, memberikan perlindungankepada setiap orang dari perbuatan melawan hukum, dan menghindari tindakan kekerasan yang melawan hukum dalam rangka menegakkan hukum.

b.    Mengoptimalkan peran lembaga-lembaga selain lembaga tinggi negara yang berwenang dalam penegakan hak dan kewajiban warga negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lembaga Ombudsman Republik Indonesia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

c.   Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara oleh pemerintah.

d. Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan hak dan kewajiban warga negara.

e.  Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip kesadaran bernegara kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non-formal (kegiatan-kegiatan keagamaan dan kursus kursus).

f.    Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara.

g.  Meningkatkan kerja sama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing.

BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya kita terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang selalu kita lakukan dan orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak. Dalam hal kewarganegaraan, hak ini berarti warga negara berhak mendapatkan penghidupan yang layak, jaminan keamanan, perlindungan hukum dan lain sebagainya.

Kewajiban adalah suatu hal yang wajib kita lakukan demi mendapatkan hak atau wewenang kita. Bisa jadi kewajiban merupakan hal yang harus kita lakukan karena sudah mendapatkan hak, Tergantung situasinya. Sebagai warga negara kita wajib melaksanakan peran sebagai warga negara sesuai kemampuan masing-masing supaya mendapatkan hak kita sebagai warga negara yang baik.

Di Indonesia hak dan kewajiban warga Negara diatur dalam UUD 1945 dan juga diatur dalam undang-undang lainnya. Salah satunya yaitu terdapat dalam Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi “ Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Artinya, Setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan serta mendapatkan penghidupan yang layak dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Sedangkan salah satu pasal yang mengatur kewajiban warga Negara yaitu terdapat dalam Pasal 27 ayat 1 yang berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Demikianlah beberapa dari sekian banyaknya undang-undang yang mengatur tentang hak dan kewajiban. Selain memperoleh hak sebagai warga Negara, kita juga harus sadar akan kewajiban kita.

3.2    Saran
Antara hak dan kewajiban saling memiliki keterkaitan. Oleh karena itu dalam menjalankan peran sebagai warga Negara sangat penting untuk mengetahui hak dan kewajiban kita serta pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut harus berjalan secara seimbang agar tidak terjadi ketimpangan yang akan menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial yang berkepanjangan.



DAFTAR PUSTAKA

Taniredja, Tukiran, tim nasional dosen pendidikan kewarganegaraan.2013.Pendidikan Kewarganegaraan.Bandung: Alfabeta Cv. : https://www.eduspensa.id/hak-dan-kewajiban-warga-negara/#a

Zakky.2019. ”Hak dan Kewajiban Warga Negara Menurut UUD 1945 [Lengkap]”. :https://www.zonareferensi.com/hak-dan-kewajiban-warga-negara

Firmansyah, Mirza. 2013. “Kewarganegaraan Republik Indonesia Berdasarkan Undang-Undang No.12 Tahun 2006”. Dalam Jurnal Ilmiah. : https://www.jurnal.usu.ac.id

Lubis, Yusnawan. Sodeli, Muhammad. 2018. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud


Makalah ini dikirim ke email annisawally8@gmail.com 
dari Mahasiswi UNHAS bernama Nur Fadillah