Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Wednesday, 2 May 2018

ISTRIMU BUKAN KONSUMSI PUBLIK

No comments

 Assalamu'alaikum.. baiklah jika membahas tentang postingan ini semua akan mengeluarkan pemikiran masing-masing dan mulai berdebat hingga terkadang lebih mengikuti prasangka yang menurutnya memang masuk akal dan lebih baik dari apa yang telah diajarkan agama. Nauzubillah

Nah... bagi sobat yang mau belajar mari kita sama-sama belajar dengan situasi yang menjadi hal biasa dalam pandangan publik namun, memiliki konsekuensi di akhirat kelak.

Pembahasan ini saya copy dari grup WA. Mari kita sama-sama berusaha memperbaiki diri kita, belajar tentang berbagai hal dalam agama kita, agar kelak ketika di tanya "apa yang kita lakukan dengan waktu kita" hal ini InsyaAllah akan membantu kita karena kita berusaha mencari tahu, mau belajar.

ISTRIMU BUKAN KONSUMSI PUBLIK

Baiknya istri kita tidak jadi konsumsi umum. 
 Yang biasa terjadi adalah di Media sosial seperti Facebook, dll.

Ada istri foto selfie sendirian.
 Ada pula yang memamerkan kemesraan dengan suami di medsos.

Yang terjadi pula istri suka berdandan untuk orang lain ketika keluar rumah. Sedangkan untuk suami? Dandannya pas pasan, bahkan lebih senang memamerkan bau keringat daripada kecantikannya.

Begini alasannya..

Seorang suami ketika sudah melakukan akad nikah, berarti perwalian dari orang tua perempuan sudah berpindah padanya. Sehingga nafkah istri sepenuhnya jadi tanggung jawab suami.

Nah.. jika demikian berarti kecantikan istri secara mutlak milik suami.
Jika demikian, apakah layak istri itu diobral, ditonton banyak orang?

 Setiap orang boleh menikmati kecantikannya?
 Kenapa dandanan istri hanya untuk suaminya, bukan jadi konsumsi umum?

Lihatlah perintah Allah Ta'ala :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى


"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu". (QS. Al-Ahzab : 33)

Maqatil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya.

Jika para suami- mendapati istri yang disayangi, yang selalu menjaga kecantikannya hanya untuk suami saja, maka bersyukurlah. Karena itulah ciri ciri wanita terbaik sebagaimana disebut dalam hadits berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata :

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
 
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam "Siapakah wanita yang paling baik?"

Jawab beliau:

“Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci".

(HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 432. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Bandingkan dengan wanita saat ini, bahkan yang sudah berhijab. Mereka lebih ingin jadi konsumsi umum daripada untuk suaminya sendiri.

Itulah bedanya wanita muslimah dahulu yang shalihah dengan yang sekarang yang semakin rusak.

Semoga Allah beri hidayah pada para istri untuk menjadi istri shalihah serta membahagiakan suami dan keluarga.
 

Sumber :

Grup Tholabul'ilmi Akhwat

Wallahu a'lam

No comments :

Post a Comment