Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Thursday, 24 May 2018

OBATI KESEDIHAN DENGAN DOA DAN TAQARRUB

1 comment
 

Seringkali kita merasa pesimis dan berputus asa karena apa yang kita usahakan tak pernah berhasil, atau menyerah sebelum mencoba karena berprasangka ini itu, khawatir yang berlebihan dan pikiran negatifpun lebih mendominasi otak kita.

Para pakar psikologi memberikan kode-kode kepada kita akan dampak dari pikiran negatif itu karena bisa jadi apa yang kita pikirkan saat itu akan terjadi dimasa mendatang. Misalnya ketika kita berpikir seperti ini :

"ah... palingan nanti gagal lagi deh!"

"dunia ini kejam dan keras.. penuh dengan kejahatan !"

"aku tidak akan bisa mewujudkan impianku !"

Tahukah sobat para pakar psikologi menegaskan bahwa orang yang selalu memiliki pemikiran seperti diatas maka, dengan sendirinya iya akan mewujudkannya sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Maka, dari itu sobat.. mari kita menata pikiran kita berprasangka baik dengan apa yang akan terjadi, terutama berprasangka baik kepada Allah Ta'ala yang menakdirkan kehidupan kita. Tentu semua yang telah ditakdirkan kepada kita itu berasal dari doa kita, serta apa yang kita telah dan akan kerjakan. Yah... dan jika tak sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan bisa jadi hasilnya itu adalah yang terbaik bagi kita.

Dalam hadist Qudsi berikut ini Allah Ta'ala berfirman lewat lisan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku. Dan Aku akan bersamanya (mengabulkan doanya) jika mereka meminta kepada-Ku." (HR. Muslim)

Nah.. bagaimana caranya untuk menghilangkan pikiran negatif dan prasangka-prasangka buruk itu?

Ketahuilah sobat pikiran negatif akan ada selama pikiran positif itu ada, karena memang sudah begitulah adanya, namun manakah yang lebih mendominasi pikiran itu.. apakah negatif atau positifnya..?

Pemikiran negatif dan juga prasangka-prasangka buruk itu hanya bisa diobati  dengan keoptimisan dan berprasangka baik kepada Allah Ta'ala, meskipun kehidupan kita diselimuti dengan berbagai macam cobaan, permasalahan dan kesedihan.

Selalu mensyukuri apa yang ada pada diri kita, tersenyum dan ubahlah pemikiran-pemikiran kita, ubah putus asa menjadi harapan dan doa. Bukankah itu lebih baik ?

JIwa, hati, pikiran kita juga akan semakin kuat jika kita memperkokoh doa kita dan taqarrub kepada Allah Ta'ala. Dialah Yang Maha membolak balikkan keadaan. Jika malam menjadi siang dan siang menjadi makan, tak ada yang tak mungkin bagi-Nya membalikkan keadaan kita dari kesedihan menjadi kegembiraan, kemiskinan menjadi kaya, sulit menjadi mudah, gagal menjadi sukses, sempit menjadi lapang.

Ali bin Abi Thalib berkata, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

"Doa adalah senjata bagi orang beriman, doa juga merupakan tiang agama, doa juga merupakan cahaya langit dan bumi." (HR. Al-Hakim di dalam Mustadraknya)

Tingkatan doa di depan bencana memiliki tiga kedudukan :

1). bisa jadi doa itu lebih kuat dari bencana, hingga dapat menggalahkannya;

2). doa itu lebih lemah daripada bencana, lalu bencana dapat mengalahkannya;

3). keduanya saling beradu, keduanya saling menjaga orang yang berdoa.

Oleh karena itu, mari kita serius dalam berdoa, memenuhi syaratnya dan rukunnya, menghindari hal-hal yang menyebabkan doa terhalang. Berdoalah dan dekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala. Yakinkan diri kita bahwa semua jalan akan terbuka, karena sesungguhnya pertolongan Allah Ta'ala begitu cepat.

Note : Taqarrub berarti pendekatan diri kepada Allah Ta'ala.

Wallahu a'lam..

Sumber bacaan buku :
"Agar Doa Wanita Selalu Didengar Allah". Oleh: Nur Sillaturahmah, Lc. dan Budiman Mustofa, Lc.,M.P.I. Halaman : 35. Penerbit : Cinta (Ziyad Visi Media).

1 comment :