Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Sunday, 12 August 2018

CONTOH TUGAS TEKS CERAMAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

No comments


Assalaamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Wassholatu Wassalamu ‘Ala Nabiyina Muhammadin Wa ‘Ala Alihi Wasobbihi Ajmain ‘Amma Ba’du.

Yang saya hormati guru mata pelajaran pendidikan agama Islam

Dan teman-teman yang saya sayangi

Pertama, pada kesempatan yang penuh berkah ini, saya mengajak teman-teman sekalian, untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT., yang telah memberikan rahmat, hidayah serta inayahnya kepada kita. Sehingga pada detik ini, kita masih bisa merasakan nikmatnya hidup dan kehidupan dengan tetap berpegang teguh pada ajaran agama Islam. Shalawat dan salam tak lupa, kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Nabi akhiruzzaman, teladan ummat manusia didalam menjalani kehidupan.

Teman-teman yang saya kasihi,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan sebuah ceramah yang berjudul “Mengenal Lebih Dekat Sosok Rasulullah Saw.”. Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan hidayah kepada kita untuk lebih mengenal Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Berkat beliaulah kita bisa merasakan cahaya Islam. Berkat beliau kita bisa memperoleh petunjuk dan kebenaran. Rasullullah sangat mencintai ummatnya. Rasulullah kelak akan memberikan syafaat, dan pertolongan kepada ummatnya yang dikehendaki. Pada zaman modern ini, banyak orang yang mengaku sebagai muslim atau muslimah namun belum mengetahui bagaimana sosok pribadi Rasulullah Saw. Mereka cenderung lebih mengenal sosok pribadi idola atau artis yang mereka kagumi dibandingkan sosok Rasulullah Saw. Uraian beberapa hadits mengenai penampilan fisik Rasulullah Saw.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah (perawakannya) tidak terlalu tinggi, juga tidak pendek, tidak putih sekali (kulitnya) juga tidak kecoklatan. Beliau rambutnya tidak keriting pekat, juga tidak lurus menjurai. Allah Azza wa Jalla mengutusnya pada usia empat puluh. Beliau tinggal di Mekah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama tiga belas tahun. Allah Azza wa Jalla mewafatkannya pada usia enam puluh tahunan , dan uban beliau tidak mencapai dua puluh helai di kepala ataupun jenggot beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [al-Mukhtashar hadits no. 1] 

Anas Radhiyallahu anhu juga berkata: “Rasulullah memiliki postur sedang, tidak tinggi ataupun pendek, dan fisiknya bagus. Rambut beliau tidak keriting juga tidak lurus. Warna (kulitnya) kecoklatan, jika beliau berjalan, berjalan dengan tegak”. [al-Mukhtashar hadits no. 2] 

Barâ` bin ‘Azib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lelaki yang berambut ikal, berpostur sedang, bahunya bidang, berambut lebat sampai cuping telinga dan beliau memakai kain merah. Aku belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beliau”. [al-Mukhtashar hadits no. 3]
 
Dalam riwayat lain, Barâ` Radhiyallahu anhu berkata: “Aku belum pernah melihat orang yang mengenakan kain merah yang lebih tampan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau mempunyai rambut yang menjulur sampai pundaknya. Bahu beliau lebar dan beliau bukan orang yang bertubuh pendek, ataupun terlalu tinggi”.

‘Ali bin Abi Thâlib bercerita: “Nabi bukanlah orang yang tinggi, juga bukan orang yang pendek. Kedua telapak tangan dan kaki beliau tebal. Kepala beliau besar. Tulang-tulang panjangnya besar. Bulu-bulu dadanya panjang. Jika berjalan, beliau berjalan dengan tegak layaknya orang yang sedang menapaki jalan yang menurun. Aku belum pernah melihat orang seperti beliau sebelum atau setelahnya”. [al-Mukhtashar hadits no. 4] 

Jâbir bin Samurah Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah dhalî’ul fami, asykalul ‘ain dan manhûsul ‘aqib“. Syu’bah berkata: Aku bertanya kepada Simak: “Apa maksud dhalî’ul fami?: Ia menjawab: “Mulut beliau besar”. Aku bertanya: “Apa maksud asykalul ‘ain?” Ia menjawab: “Sudut mata beliau lebar”. Aku bertanya: “Apakah maksud manhûsul ‘aqib?. Ia menjawab: “Daging pada tumit beliau sedikit.” [al-Mukhtashar hadits no. 7] 

Jâbir Radhiyallahu anhu juga berkata: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam purnama, beliau mengenakan kain merah. Aku mulai memandang beliau dan bulan, ternyata beliau lebih indah dibandingkan bulan”. [al-Mukhtashar hadits no. 8] 

Abu Ishâq Radhiyallahu anhu berkata: “Ada seorang lelaki bertanya kepada Barâ` bin Azib : “Apakah wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti pedang?” Ia menjawab: Tidak, tetapi seperti bulan.”” [al-Mukhtashar hadits no. 9] 

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah berkulit putih bagaikan disepuh oleh perak, rambutnya agak bergelombang/ikal”. [al-Mukhtashar hadits no. 10] 

Abu Ath-Thufail Radhiyallahu anhu berkata: “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Tidak seorang pun yang tersisa di muka bumi ini yang pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selainku”. “Beliau berkulit putih, tampan, (dengan perawakan) sedang”. [al-Mukhtashar hadits no. 12]
Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu berkata: “Rambut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tengah atau (dalam riwayat lain: pertengahan) kedua telinga beliau”. [al-Mukhtashar hadits no. 21]
‘Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata: “Aku mandi bersama Rasulullah dari satu bejana. Beliau mempunyai rambut yang sampai pundak dan (juga) hingga cuping telinga”. [al-Mukhtashar hadits no. 22] 

-    Bahan Rujukan Beberapa Hadits Diatas adalah : 

1. Mukhtashar asy-Syamâil al-Muhammadiyyah Imam at-Tirmidzi, Muhammad Nâshiruddin al-Albâni, Maktabah al-Ma’ârif, Riyâdh, cetakan III tahun 1422H.

2. Asy-Syamâil Muhammadiyyah, Imam at-Tirmidzi tahqîq Muhammad ‘Awwâmah Dârul Minhâj Cet. II Thn 1428H.

Teman-teman yang saya cintai,

Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak dan sifat-sifat yang sangat mulia seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 dan beberapa hadits berikut :

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." [Al Ahzab : 21].

Aisyah Ra. berkata : “Beliau (Rasulullah) adalah orang yang paling mulia akhlaknya tidak pernah berlaku keji, tidak pula mengucapkan kata-kata kotor, tidak berbuat gaduh di pasar, dan tidak pernah membalas dengan kejelekan serupa, akan tetapi beliau pemaaf dan pengampun.” (HR. Ahmad)

Abu Hurairah Ra. berkata : “ Beliau (Rasulullah) adalah seorang yang panjang kedua legannya, lentik alisnya, kedua matanya lebar, dan diantara kedua pundaknya kekar dari depan dan belakang. Demi bapak dan ibuku, sungguh beliau tidak pernah berbuat keji dan tidak pula berkata keji, dan beliau juga tidak pernah mengeraskan suaranya di tempat umum.” (HR. Ahmad)

“Belum pernah aku meyaksikan orang yang lebih baik dari Rasulullah, seakan-akan mentari berjalan di wajah beliau. Dan belum pernah aku melihat orang yang jalannya lebih cepat dari Rasulullah, seakan-akan bumi dilipat untuk beliau.” (HR. Tirmidzi)

Ali Ra. berkata : “Beliau (Rasulullah) adalah pamugkas para Nabi, orang yang paling dermawan, paling lapang dada, paling benar tutur katanya, paling komitmen dengan janjinya, paling lembut perangainya, paling mulia pergaulannya, siapapun yang memandangnya dengan tiba-tiba pasti akan segan kepadanya, siapapun yang bergaul dengannya secara dekat pastilah mencintainya. Aku belum pernah melihat orang eperti beliau sebelum dan sesudahnya.” (HR. Tirmidzi)
Sahabat-sahabat sekalian yang saya muliakan,

Berdasarkan uraian-uraian yang saya sampaikan, dapat kita lihat gambaran sosok pribadi Rasuullah Saw. lebih dekat. Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat dan menjadi pembelajaran untuk kita semua terutama bagi diri saya pribadi, dan semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih mencintai Rasul dan senantiasa taat dan istiqamah dalam menjalankan kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang muslim dan muslimah. 

Demikian ceramah agama yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya atas bimbingan Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnyadari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa.

Akhirul kalam, subhanakallahu maa wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha anta, astaghfiruka wa atuubu ialaih. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Sumber tugas :

Nama : Nur Fadillah
Kelas : XI. IPS. 3
Tugas Agama : Teks Ceramah

Sumber gambar : cdn.popbela.com

Wallahu a'lam...

No comments :

Post a Comment